Plt Ketum PSSI,Joko Driyono Jadi Tersangka ke-15 Kasus Mafia Bola

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Joko Driyono masuk ke dalam  internal PSSI pada periode kepengurusan 1991-1999 saat Azwar Anas menjadi ketua umum. ANTARA

    Joko Driyono masuk ke dalam internal PSSI pada periode kepengurusan 1991-1999 saat Azwar Anas menjadi ketua umum. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Belum genap dua bulan dibentuk, Satuan Tugas Antimafia Bola Kepolisian RI atau Satgas Antimafia Bola telah menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia dalam berbagai lapisan liga. Pelaksana tugas Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono menjadi tersangka ke-15 dalam kasus ini.

    Baca: Joko Driyono Ditahan atau Tidak, Tergantung Pemeriksaan Besok

    Jokdri, biasa disapa, disangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan atau memasuki dengan cara membongkar, merusak, atau menghancurkan barang bukti yang telah dipasang garis polisi oleh penguasaan umum.

    "Dari pemeriksaan terhadap tiga pelaku sebelumnya, kami menemukan aktor intelektual yakni saudara Joko Driyono," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Ahad, 17 Februari 2019.

    Sedangkan, ke-14 tersangka lainnya adalah anggota Komisi Eksekutif PSSI Johar Lin Eng, Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, pemilik klub PSMP Mojokerto Vigit Waluyo, koordinator wasit berinisial ML, bekas Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik, dan Wasit Nurul Safarid.

    Baca: Satgas Antimafia Segera Periksa Joko Driyono Sebagai Tersangka

    Selain itu, perangkat pertandingan Persibara Banjarnegara vs PS Pasuruan, meliputi CH(wasit cadangan), DS (pengawas pertandingan), P (asisten wasit), dan MR (asisten wasit 2).

    Berikutnya, Muhammad Mardani alias Dani, Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus, seorang pesuruh di PT Persija, dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

    Kini, dari 15 tersangka, baru enam tersangka yang berkasnya sudah dilimpahkan ke jaksa penuntut umum. "Empat berkas perkara lanjutan proses penyelesaian, satu berkas lainnya juga," kata Dedi.

    Dedi menegaskan bahwa Satgas Antimafia Bola sampai saat ini belum bekerja tuntas. Satgas ini masih menyelidiki dugaan kecurangan pengaturan skor pertandingan sepak bola yang ada di liga satu, dua dan tiga.

    Baca: Kasus Pengaturan Skor: Joko Driyono Jadi Tersangka dan Dicekal

    "Dari fakta-fakta bisa menjelaskan kenapa marak terjadi match fixing. Nanti dianalisis komprehensif baru bisa jelaskan apa saja yang menjadi benang merah di liga satu, dua, tiga karena ada pola yang sama," ucapnya.

    Satgas Antimafia Bola dibentuk oleh Markas Besar Polri pada 21 Desember 2018. Pembentukan satgas sesuai perintah Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian nomor 3678. Tito memerintahkan Brigadir Jenderal Hendro Pandowo sebagai ketua dan Brigadir Jenderal Krishna Murti sebagai wakil.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.