Teten Persilakan Eks Menteri ESDM Sudirman Said Buka Audit Petral

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menyambangi Kelurahan Lasiana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk mengkampanyekan Makan Ikan, Jumat, 28 April 2017. Tempo/Egi Adyatama

    Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menyambangi Kelurahan Lasiana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk mengkampanyekan Makan Ikan, Jumat, 28 April 2017. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki mempersilakan mantan menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, untuk membuka hasil audit Pertamina Energy Trading Limited atau Petral ke masyarakat.

    Baca: Cerita Sudirman Said Diminta Jokowi Tunda Laporan Audit Petral

    "Hasil audit itu setahu saya mestinya sudah di KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Pak Dirman juga mungkin masih pegang, silakan aja dibuka ke publik," katanya lewat pesan singkat pada Tempo, Ahad, 17 Februari 2019.

    Selain itu, Teten membantah cerita Sudirman yang mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi lewat seseorang untuk menunda menyerahkan laporan hasil audit anak perusahaan PT Pertamina itu ke KPK. "Setahu saya tidak seperti itu," ucapnya.

    Teten menjelaskan Jokowi justru berkali-kali memerintahkannya bertanya ke Sudirman perihal perkembangan audit Petral. Namun, ia enggan membeberkan jawaban yang Sudirman berikan padanya.

    Ia meminta bertanya langsung kepada Direktur Materi dan Debat lawan Jokowi di pemilihan presiden, pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno itu.

    Sebelumnya, Sudirman mengatakan pernah diperintahkan untuk menunda menyerahkan hasil audit Petral ke KPK pada 2015 lalu. Ia mengaku perintah itu datang dari Jokowi yang disampaikan lewat seseorang.

    Sudirman menyebut beberapa menteri Kabinet Kerja saat itu malah menyarankan Jokowi agar langkah pelaporan itu tak diambil. Dalam sebuah rapat terbatas, kata dia, beberapa menteri meminta Presiden tak terlalu 'keras' karena khawatir mendapat serangan balik.

    Simak juga: Istana Bantah Cerita Sudirman Said Soal Pelaporan Audit Petral

    Teten mengatakan tak masuk akal jika Jokowi meminta Sudirman Said untuk tidak melaporkannya ke KPK. Alasannya lembaga antirasuah itu secara otonom bisa menindaklanjuti hasil audit Petral tersebut. "Petral masalah pemerintahan yang lalu-lalu tidak ada konflik kepentingan dengan Pak Jokowi," kata mantan Kepala Staf Presiden ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.