Ini Alasan Muhammadiyah Tetap Jaga Jarak dari Perebutan Kekuasaan

Reporter

Editor

Nurdin Saleh

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Bengkulu - Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan organisasi kemasyarakatan keagamaan itu akan tetap menjaga jarak kontestasi pemilihan presiden yang saat ini sedang berlangsung. Hal ini ditegaskan kembali dalam sidang tanwir PP Muhammadiyah ke-51, yang digelar di Bengkulu, dari 15-17 Februari 2019.

Haedar mengatakan Muhammadiyah mencoba mengambil jarak dari pergulatan politik kekuasaan, karena hal tersebut merupakan wilayah partai politik.

"Kalau organisasi-organisasi dakwah ini berhimpitan dengan partai politik dan kekuatan politik, atau ormas agama ini sebangun dengan perjuangan partai politik, di sinilah yang Muhammadiyah mengambil jarak," kata Haedar saat diwawancarai di sela sidang tanwir, Sabtu, 16 Februari 2019.

Haedar mengatakan jika terlibat dalam percaturan politik, akan sangat berat bagi Muhammadiyah. Karena itu, Muhammdiyah membebaskan pilihan politik pada masing-masing anggota. "Karena kalau itu (Muhammadiyah terlibat dalam perbutan kekuasaan) terjadi nanti yang terjadi adalah politisasi ormas, dan kemudian juga politisasi agama," kata Haedar.

Pria berumur 60 tahun itu mengatakan saat ini Muhammadiyah mengubah orientasi dalam mengambil jarak. Jika dulu Muhammadiyah cenderung mengambil jarak itu dengan pasif, namun saat ini Haedar mengatakan mereka mengambil jarak secara proaktif.

"Kami berkomunikasi dengan kekuatan-kekuatan partai politik. Kan pernah di Menteng kita undang seluruh ketua partai dateng itu kan," kata Haedar.

Dengan cara ini, Haedar yakin akan ada transformasi nilai-nilai Muhammadiyah terhadap partai-partai politik ini. "Nggak mungkin lah mereka ini terkunci rapat nurani dan pikiran politiknya dari nilai-nilai kebenaran," kata Haedar.

Haedar mengatakan sebelumnya, Muhammadiyah memang kurang menyiapkan kader-kadernya di politik. Karena itu, ke depan mereka akan semakin mendorong keterlibatan kadernya di partai politik.

"Kita kan punya lembaga hikmah dan kebijakan publik. Kemarin sudah mulai kita siapkan yang mereka masuk ke PAN, PPP, PKS, ke PDIP, ke Golkar dan seterusnya. Kita kita Dorong ke situ," kata Haedar Nashir.






Maarif Institute Menggelar Kegiatan Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif

1 hari lalu

Maarif Institute Menggelar Kegiatan Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif

Maarif Institute bersiap menggelar Festival Pemikiran Ahmad Syafii Maarif pada Oktober 2022 hingga Mei 2023.


Muhammadiyah Buka Kampus Virtual Punya 6 Prodi, Biaya Kurang dari Rp 2 Juta per Semester

2 hari lalu

Muhammadiyah Buka Kampus Virtual Punya 6 Prodi, Biaya Kurang dari Rp 2 Juta per Semester

kampus virtual yang bernama Universitas Siber Muhammadiyah memiliki 6 program studi di antaranya Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, dan Informatika.


Perjalanan Gesang Sang Maestro Keroncong Mengalir Sampai Jauh

6 hari lalu

Perjalanan Gesang Sang Maestro Keroncong Mengalir Sampai Jauh

Pada 105 tahun yang lalu, tepatnya 1 Oktober 1917, pemain keroncong legendaris bernama Gesang Martohartono lahir ke dunia. Ini perjalanam hidupnya.


Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

7 hari lalu

Rangkaian Acara Muhammadiyah Expo di Yogyakarta, Dari Pengajian Hingga Bazar

Muhammadiyah Jogja Expo 2022 ini juga difokuskan sebagai syiar Muktamar sekaligus ajang silaturahmi.


Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sekum Muhammadiyah: Momentum Perbaiki CItra Polri

10 hari lalu

Banding Ferdy Sambo Ditolak, Sekum Muhammadiyah: Momentum Perbaiki CItra Polri

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Abdul Mu'ti menilai banding Ferdy Sambo ditolak bisa kembalikan citra Polri yang anjlok


Anwar Abbas Sebut Hakim Agung Terjerat Korupsi Bisa Timbulkan Malapetaka bagi Negeri

14 hari lalu

Anwar Abbas Sebut Hakim Agung Terjerat Korupsi Bisa Timbulkan Malapetaka bagi Negeri

Anwar Abbas mengatakan hakim agung yang ditangkap tangan KPK kemarin bakal menimbulkan keresahan masyarakat dan malapetaka


Sejatinya Gelar Sir untuk Azyumardi Azra

18 hari lalu

Sejatinya Gelar Sir untuk Azyumardi Azra

Penggelaran Sir seperti untuk Azyumardi Azra telah menjadi bagian dari sistem kerajaan sejak dilembagakan oleh King George V pada 1917.


Bagaimana Konsep Imam Mahdi, Sang Juru Selamat Akhir Zaman dalam Islam?

18 hari lalu

Bagaimana Konsep Imam Mahdi, Sang Juru Selamat Akhir Zaman dalam Islam?

Belum lama ini, warga Riau berinisial WAM, diringkus Polda Riau setelah mengaku sebagai Imam Mahdi. Lalu siapa sebenarnya Imam Mahdi dalam Islam?


Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

19 hari lalu

Cegah Polarisasi, LHKP Muhammadiyah Dukung Penghapusan Ambang Batas Presiden

LHKP Muhammadiyah menyuarakan dukungan penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau ambang batas presiden


Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

19 hari lalu

Azyumardi Azra Meninggal, Lukman Hakim: Ilmuwan Tulen Tak Tergoda Politik Praktis

Mantan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengungkapkan bahwa sosok Azyumardi Azra adalah ilmuwan tulen yang tak tergoda politik praktis.