Saat JK Bertemu Sutradara Muda Livi Zheng

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kedatangan sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng, di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, 16 Februari 2019. Setwapres RI

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima kedatangan sutradara Hollywood asal Indonesia, Livi Zheng, di rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, 16 Februari 2019. Setwapres RI

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menerima kedatangan Livi Zheng, sutradara muda asal Blitar, Jawa Timur yang kini bermukim di Amerika Serikat, pada Sabtu, 16 Februari 2019.

    Baca juga: Livi Zheng Sutradarai Video Klip Judith Hill di Bali

    Juru Bicara Wakil Presiden, Hussain Abdullah, mengatakan keduanya membahas film terbaru Livi Zheng tentang gamelan Bali, yaitu Bali: Beats of Paradise. Dalam kesempatan itu, JK juga menyaksikan sejumlah trailer film karya Livi, di antaranya Bali: Beats of Paradise, Blitar, dan film genre action yang sempat diproduksi oleh Livi Zheng di negeri Paman Sam.

    JK, kata Hussain, sangat terkesan dengan karya Livi. JK meminta Livi agar terus memproduksi film dokumenter tentang Indonesia. "Karena menurutnya film adalah salah satu sarana ampuh untuk memperkenalkan Indonesia dan keragaman budayanya di dunia internasional. Sehingga Indonesia lebih dikenal lagi, bukan sekadar Bali," kata Hussain dalam siaran tertulisnya.

    Baca juga: Livi Zheng Promosikan Bali dalam Kompetisi Film Asia Tenggara

    Selain berbincang tentang proses pembuatan film, Hussain mengatakan Livi Zheng juga menceritakan kisah perjuangan hidupnya di Amerika. "Ia hidup di Amerika sebagai diaspora Indonesia hingga bisa bikin film yang diputar di layar bioskop Amerika," ucapnya.

    CATATAN KOREKSI: Berita ini diubah pada 8 September 2019 untuk memperbaiki akurasinya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?