Lembaga Survei Indomatrik Bukan Anggota Persepi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pasangan capres - cawapres nomor urut 01, Jokowi (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Capres dan Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 17 Januari 2019. Sementara Prabowo dan Sandi tampil kompak dengan jas dan dasi. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepi) menyatakan lembaga survei Indomatrik tidak terdaftar sebagai anggotanya. Persepi menyebut tidak terdaftarnya lembaga survei menjadi anggota bukan cuma soal administratif belaka. “Tidak terdaftar,” kata Anggota Dewan Etik Persepi Hamdi Muluk, dihubungi, Sabtu, 16 Februari 2019.

    Baca: Romahurmuziy Sebut Manipulasi Data Survei Indomatrik Keterlaluan

    Hamdi menuturkan implikasi dari lembaga survei yang tidak terdaftar menjadi anggota Persepi adalah tidak ada yang mengontrol dan mengevaluasi hasil survei lembaga itu. Selain itu, tidak ada pula yang memberikan sanksi bila lembaga tersebut melakukan kekeliruan. “Itu filosofi menjadi anggota Persepi, ada yang mengontrol dan mengawasi lembaga survei itu,” katanya.

    Ahli psikologi politik Universitas Indonesia itu juga mengatakan lembaga survei yang tak tergabung dalam perhimpunan patut diragukan kredibilitasnya. “Kalau sejak awal enggak mau bergabung, ada kemungkinan sejak awal memang tidak bagus,” katanya.

    Indomatrik belakangan mendapat sorotan setelah mengeluarkan hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden 2019. Hasilnya, selisih tingkat keterpilihan pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya terpaut tipis. Jokowi-Ma’ruf mendapatkan suara 47,97 persen sementara pasangan Prabowo-Sandiaga 44,04 persen. Hasil survei itu berbeda jauh dari rilis lembaga survei kebanyakan yang menempatkan selisih kedua pasangan itu sekitar 20 persen.

    Hamdi meminta masyarakat bisa melihat rekam jejak lembaga survei. Dalam kasus Indomatrik, Hamdi mengajak masyarakat mengingat kiprah Direktur Riset Indomatrik Husin Yazid dalam Pemilihan Presiden 2014. Husin pernah menjabat sebagai ketua lembaga survei Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis). Pada 2014, Puskaptis menyatakan pasangan Prabowo-Hatta Radjasa unggul perolehan suara dari pasangan Jokowi-Jusuf Kalla versi hitung cepat, ketika banyak lembaga lain meyatakan sebaliknya.

    Baca: Survei CRC: Hanya Sandiaga Uno yang Tren Elektabilitasnya Naik

    Hamdi menuturkan tak lama usai gelaran Pilpres 2014, Persepi melakukan audit kepada seluruh lembaga survei. Puskaptis adalah salah satu lembaga yang tak mau diaudit. Hingga akhirnya, Persepi memecat Puskaptis dari keanggotaan himpunan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?