Tanwir di Bengkulu, Jokowi Cerita Kedekatan dengan Muhammadiyah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika mambuka Muktamar ke XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden berpesan kepada peserta untuk menjaga karakter keindonesiaan dan karakter keislaman di tengah penggunaan internet atau media sosial secara bertanggung jawab. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Presiden Joko Widodo memberikan sambutan ketika mambuka Muktamar ke XXI Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 19 November 2018. Presiden berpesan kepada peserta untuk menjaga karakter keindonesiaan dan karakter keislaman di tengah penggunaan internet atau media sosial secara bertanggung jawab. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Bengkulu - Presiden Joko Widodo secara resmi membuka sidang tanwir Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang digelar di Bengkulu, dari 15 hingga 17 Februari 2019. Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan kedekatannya dengan Muhammadiyah.

    "Supaya Bapak-Ibu ketahui, Ibu Iriana itu berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta," kata Jokowi saat memberi sambutan pembukaan tanwir, yang digelar di Kantor Perumahan Dinas Gubernur Bengkulu, Jumat, 15 Februari 2019.

    Baca: Tak Jadi JK, Jokowi akan Buka Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

    Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan cucu dari anak pertamanya, Gibran Rakabuming Raka, yang bernama Jan Ethes, juga lahir di rumah sakit Muhammadiyah. "Cucu saya Jan Ethes lahir di RS PKU Muhammadiyah Solo. Mungkin ada yang belum tahu," kata Jokowi, yang disambut tepuk tangan riuh.

    Jokowi mengatakan masyarakat Indonesia sangat berterima kasih kepada Muhammadiyah, berkat perjuangannya dari masa sebelum kemerdekaan hingga sekarang. Organisasi yang berdiri sejak 1912 itu disebut telah melahirkan sejumlah tokoh besar nasional. Mulai dari KH Ahmad Dahlan hingga Kasman Singodimedjo.

    Jokowi mengatakan saat ini Muhammadiyah telah berkembang sangat pesat. Institusi di bawah Muhammadiyah telah berdiri di berbagai daerah. Mulai dari institusi pendidikan hingga kesehatan. "Rakyat Indonesia juga berterima kasih atas amal usaha Muhammadiyah."

    Baca: Sidang Tanwir di Bengkulu, Muhammadiyah Undang Jokowi dan Prabowo

    Kehadiran Jokowi untuk membuka tanwir PP Muhammadiyah ini di luar dugaan. Awalnya, tanwir akan dibuka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jokowi diundang sebagai salah satu tokoh nasional, untuk berbicara di tanwir itu. Selain Jokowi, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto juga diundang.

    Namun pada akhirnya, Jokowi datang sebagai Presiden untuk membuka tanwir. Sedangkan Jusuf Kalla dijadwalkan menutup tanwir yang berakhir pada Ahad, 17 Februari 2019. Prabowo dipastikan tak dapat memenuhi undangan PP Muhammadiyah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.