Wagub Uu Apresiasi Pagelaran Festival Keagamaan di SMUN 4

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Festival Ghifari, di  SMUN 4 Jalan Gardujati Bandung, Kamis, 14 Februari 2019.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat membuka Festival Ghifari, di SMUN 4 Jalan Gardujati Bandung, Kamis, 14 Februari 2019.

    INFO JABAR - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi para siswa dan siswi SMUN 4 Bandung yang menggelar festival keagamaan pada hari Valentine. Festival keagamaan yang bertajuk ”Ghifari” ini memiliki beragam kegiatan, seperti fashion show busana muslim, bakti sosial, serta kewirausahaan. Tujuannya membentuk karakter siswa.

    "Saya menyambut baik Festival Ghifari ini sebagai pengalihan, jadi mereka disibukkan dengan kegiatan agama ini," kata Uu setelah membuka Festival Ghifari di SMUN 4, Jalan Gardujati, Bandung, Kamis, 14 Februari 2019.

    UU berharap hal serupa diadakan di semua sekolah di Jawa Barat. Para siswa harus memiliki moral dan akhlak hebat yang diutamakan dalam hidup."Saya bangga anak-anak di sini nuansa religiusnya sudah terasa sangat kental. Ini yang kami harapkan memiliki moral dan akhlak yang hebat," ujarnya.

    Menurut Uu, sepintar apa pun siswa di sekolah, pendidikan ukhrawi tidak boleh ditinggalkan. Sebab, ukhrawi atau pendidikan akhlak yang bersumber pada syar'i adalah hal paling utama. Namun siswa juga tetap harus mengikuti perkembangan dunia, yang mana kini memasuki era 4.0. Artinya, kehidupan dunia semakin cepat berubah. Bila tidak mengikuti perkembangannya, akan tergilas dengan sendirinya.

    "Di samping belajar ilmu duniawi, ilmu ukhrawi jangan ditinggalkan. Makanya visi kami Jabar Juara Lahir Batin," ucapnya.

    Dalam kesempatan itu, Uu juga meresmikan perpustakaan Audio Book dan Digital (Padi) milik SMUN 4.  (*)

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.