Kubu Prabowo: Moeldoko Berhenti Dulu dari KSP, Baru Perang Total

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Andre Rosiade, mengomentari pernyataan 'perang total' dari Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Moeldoko, yang dilontarkan kemarin.

    Baca: Moeldoko Disarankan Mundur dari KSP Jika Ingin Perang Total

    "Pak Moeldoko ini kan orang Istana ya? KSP (Kantor Staf Presiden) ya? Kalau mau perang total, berhenti dulu deh jadi kepala KSP," kata Andre kepada Tempo, Kamis, 14 Februari 2019. Moeldoko adalah Kepala Staf Kepresidenan yang menjabat sejak 17 Januari 2018 lalu menggantikan Teten Masduki.

    Andre juga mengatakan pernyataan Moeldoko soal perang total adalah contoh orang-orang panik lantaran elektabilitas tak kunjung naik. "Sama kaya calon presidennya (Jokowi) yang panik juga, berimbas kepada anak buahnya panik juga. Perang total lah, genderuwo lah, sontoloyo lah, propaganda Rusia lah, konsultan asing lah," ujar Andre.

    "Saran saya gitu sama pak Moeldoko, berhenti dulu lah jadi kepala KSP. Kalau anda masih jadi pejabat, tolong komentar anda yang lebih produktif dan lebih teduh gitu loh."

    Kemarin, Moeldoko menegaskan bahwa saat ini timnya sudah masuk dalam strategi kampanye perang total. "Kami nyatakan sudah mulai perang total. Kami sudah menentukan center of gravity dari pertempuran itu, sehingga kami tahu harus bagaimana," ujar Moeldoko di Markas TKN, Gedung High End, Jakarta pada Rabu, 13 Februari 2019.

    Namun, mantan Panglima TNI ini membantah bahwa alasan strategi perang total digunakan akibat elektabilitas calon presiden inkumben Jokowi yang cenderung stagnan di 62 hari menuju hari-H pencoblosan pemilihan presiden 2019.

    "Enggak (karena stagnan). Perang total ini karena kami tidak ingin menang dengan persentase rendah. Kami ingin optimum. Target yang kami harapkan masih 70 persen," ujar Moeldoko.

    Moeldoko menjelaskan, perang total yang dimaksud, yakni; menggunakan seluruh sumber daya yang dimiliki dengan optimal, mulai dari partai politik, relawan, dan seluruh elemen pendukung paslon 01. "Kami mengenali kekuatan kami dan akan menggunakannya secara optimum untuk melakukan penetrasi terhadap segmen yang menjadi prioritas," ujar Kepala Staf Kepresidenan ini.

    Simak juga: Sopir Truk Hadang Mobil Jokowi, Moeldoko: Salah Sasaran

    Andre Rosiade mengatakan Prabowo cs tak memiliki strategi khusus untuk menghadapi strategi perang total itu. "Strategi kami terus berkomunikasi dengan rakyat, yakinkan rakyat, tidak perlu perang-perang total. Karena kami tahu, rakyat ingin perubahan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.