Anggaran Kodam Siliwangi untuk Pembenahan Sungai Citarum Habis

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Prajurit TNI membersihkan sampah saat revitalisasi sungai Citarum Lama di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Kegiatan tersebut merupakan program pembersihan secara masif mulai dari hulu hingga hilir sungai Citarum. ANTARA

    Prajurit TNI membersihkan sampah saat revitalisasi sungai Citarum Lama di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, 5 Februari 2018. Kegiatan tersebut merupakan program pembersihan secara masif mulai dari hulu hingga hilir sungai Citarum. ANTARA

    TEMPO.CO, Bandung-Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Bambang Riyanto membenarkan dana operasional Komando Daerah Militer III/Siliwangi untuk menangani pembenahan Sungai Citarum sudah habis. “Ya betul. Makanya mereka sekarang agak kesulitan. Makanya kita push terus, kita tanyakan ke Kementeiran PUPR untuk mempercepat,” kata dia di Bandung, Kamis, 14 Februari 2019.

    Menurut Bambang sisa dana operasional tahun lalu untuk mengerahkan prajurit TNI dalam program pembenahan Sungai Citarum sudah habis sejak pertengahan Januari 2019. Sedangkan dana yang sedianya dibutuhkan untuk pembiayaan operasional tahun ini tak kunjung turun.

    Baca: Revitalisasi Sungai Citarum Tak Bisa dengan Pendekatan Kekuasaan

    Pemerintah menjanjikan dana Rp 605 miliar tahun ini untuk program pembenahan Citarum bersumber dari dana APBN. “Untuk operasional TNI (setahun) itu Rp 300 miliar, totalnya Rp 605 miliar. Lainnya (diantaranya) ada yang untuk perbaikan oxbow (sungai mati), pembelian ekskavator, perbaikan MCK, pengolahan limbah cair, alat pemusnah sampah,” kata Bambang.

    Bambang berujar pencairan dana yang mendesak terutama untuk operasional prajurit TNI dari Kodam III/Siliwangi. “Kalau masalah infrastruktur masih ada waktu, tapi untuk Kodam ini untuk operasional. Harusnya sudah ada,” kata dia.

    Bambang menuturkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah beberapa kali berkirim surat pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Dana operasional prajurit Siliwangi rencananya dititipkan di anggaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. “Ada anggarannya, ini mah masalah teknis saja,” kata dia.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dijadwalkan menyambangi Kantor Menteri Koordinator Bidang Maritim untuk membahas Sungai Citarum. “Kita mau membahas Citarum. Karena kita mau ada Citarum Expo, keynote speaker-nya Pak Luhut Panjaitan dan Ibu Menteri LHK. Saya perlu menyampaikan undangan langsung,” kata dia, Kamis siang.

    Ridwan Kamil tidak menampik kedatangannya menemui Menteri Luhut sekaligus menanyakan dana APBN untuk Citarum yang tak kunjung cair. “Ya sambil nagih juga. Saya belum tahu, karena bukan urusan Pak Luhut sebetulnya, lebih ke Kementerian Keuangan,” kata dia.

    Asisten Teritorial Kodam III/Siliwangi Kolonel Arh. Hasto Respatyo mengatakan dana operasional yang ditunggu pencairannya itu untuk menjalankan Program Citarum tahun 2019. Di dalamnya terdapat porsi dana operasional prajurit TNI. “Itu belum turun anggarannya. Kita perlu dana operasional itu,” kata dia saat dihubungi Tempo.

    Simak: Ridwan Kamil Minta Kepastian Anggaran Revitalisasi Sungai Citarum

    Hasto mengatakan TNI masih bertugas di sepanjang Sungai Citarum kendati belum mengantongi dana operasional dari pemerintah. Prajurit yang dikerahkan saat ini hanya melanjutkan program tahun lalu, yakni pengerahan prajurit di 13 sektor plus tambahan Sektor 19.

    Jika anggaran tersebut cair di awal tahun, Kodam III/Siliwangi akan mengerahkan penuh prajuritnya di sepanjang Sungai Citarum yang dibagi dalam 23 Sektor. “Sementara kita belum pegang anggaran, jadi anggaran yang digunakan masih talangan, itu minjem. Harus, di lapangan gak boleh ditinggal,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kepolisian Menetapkan Empat Perusahaan Tersangka Kasus Karhutla

    Kepolisian sudah menetapkan 185 orang dan empat perusahaan sebagai tersangka karena diduga terlibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.