Jaksa Minta Hakim Tolak Nota Keberatan Karen Agustiawan

Reporter

Editor

Amirullah

Mantan Dirut Pertamina Karen Agustiawan (tengah) mengenakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Kejagung, Jakarta, Senin, 24 September 2018. Karen ditahan setelah menjalani pemeriksaan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi investasi perusahaan di Blok Baster Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. ANTARA/Humas Kejagung

TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) menilai mantan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan melanggar prinsip good governance atau tata kelola yang baik dan bertanggung jawab saat memimpin Pertamina. Bahkan jaksa menganggap kerugian negara yang ditimbulkan Karen bukan sekadar akibat aksi korporasi.

Baca: Jaksa: Eks Bos Pertamina Karen Agustiawan Rugikan Negara Rp 568 M

"Perbuatan terdakwa tidak sesuai dengan good governance. Ada hal yang sengaja dilakukan terdakwa sehingga merugikan korporasi," kata jaksa Tumpal Pakpahan menanggapi eksepsi Karen di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis, 14 Februari 2019.

Alhasil, jaksa pun meminta agar hakim menolak nota keberatan yang diajukan Karen. "Kami memohon agar majelis hakim memutuskan menyatakan surat dakwaan cermat, jelas dan lengkap sesuai syarat formil dan materil. Menyatakan eksepsi tidak dapat diterima dan memerintahkan jaksa melanjutkan sidang pokok perkara," ucap jaksa Tumpal Pakpahan melanjutkan.

Dalam perkara ini, Karen Galaila Agustiawan didakwa merugikan negara hingga Rp568 miliar. Dia didakwa bersama dengan mantan Direktur Keuangan Pertamina Frederik Siahaan, Chief Legal Counsel and Compliance Pertamina Genades Panjaitan, dan Manager Merger dan Akuisisi Pertamina Bayu Kristanto.

Jaksa mendakwa Karen telah melakukan atau turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum telah mengabaikan prosedur investasi yang berlaku di PT Pertamina, yang antara lain diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN dan Ketentuan atau Pedoman Investasi lainnya.

Ketentuan atau Pedoman Investasi lainnya, yakni dalam Participating Interest (PI) atas Lapangan atau Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009, yaitu telah memutuskan melakukan Investasi Participating Interest (PI) di Blok BMG Australia tanpa melakukan pembahasan atau kajian terlebih dahulu.

Baca: Sidang Perdana Mantan Bos PT Pertamina Karen Agustiawan

Selain itu, Karen juga menyetujui PI Blok BMG tanpa adanya due diligence serta tanpa adanya Analisa Risiko yang kemudian ditindaklanjuti dengan penandatanganan Sale Purchase Agreement (SPA) tanpa adanya pesetujuan dari Bagian Legal dan Dewan Komisaris PT Pertamina.






Kejar Target 1 Juta Barel, SKK Migas dan Pertamina Tambah Produksi Minyak 971 BOEPD

1 hari lalu

Kejar Target 1 Juta Barel, SKK Migas dan Pertamina Tambah Produksi Minyak 971 BOEPD

Keyakinan itu berangkat dari tambahan produksi Pertamina EP (PEP) Ramba Field sebanyak 971 barel setara minyak atau barrel oil equivalent per day.


Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk 20 Posisi Bagi Lulusan S1, Simak Syaratnya

2 hari lalu

Pertamina Buka Lowongan Kerja untuk 20 Posisi Bagi Lulusan S1, Simak Syaratnya

Lowongan pekerjaan di Pertamina dan anak usahanya itu ditujukan bagi para lulusan S1 yang memiliki pengalaman sebelumnya (experienced hire).


Pertamina Klaim Stok Pertalite dan Pertamax Masih Aman

2 hari lalu

Pertamina Klaim Stok Pertalite dan Pertamax Masih Aman

BBM Pertalite dan Solar di wilayah diproyeksikan habis pada Oktober untuk Pertalite dan November untuk JBT Solar. Pertamina memastikan stoknya cukup.


Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Ditambah, BPH Migas Minta Masyarakat Mampu Pakai BBM Nonsubsidi

3 hari lalu

Kuota Pertalite dan Solar Subsidi Ditambah, BPH Migas Minta Masyarakat Mampu Pakai BBM Nonsubsidi

Pemerintah mulai awal bulan ini menambah kuota BBM jenis Pertalite dan Solar subsidi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2022.


Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Per Oktober 2022

3 hari lalu

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Per Oktober 2022

Penurunan harga BBM di sejumlah SPBU ini imbas pelemahan harga minyak dunia di pasar global. Ada BBM yang naik dan turun.


Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

4 hari lalu

Erick Thohir Kembali Tunjuk Nicke Widyawati Jadi Dirut Pertamina

RUPS PT Pertamina (Persero) telah mengukuhkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama Pertamina untuk periode kedua.


Dua Kali Dipilih Erick Thohir Jadi Dirut Pertamina, Ini Kata Nicke Widyawati

4 hari lalu

Dua Kali Dipilih Erick Thohir Jadi Dirut Pertamina, Ini Kata Nicke Widyawati

Erick Thohir kembali mengukuhkan Nicke Widyawati sebagai Direktur Utama PT Pertamina (Persero) untuk periode kedua.


Mulai Hari Ini Harga Pertamax Turun dan Pertamina Dex Naik, Simak Rinciannya

6 hari lalu

Mulai Hari Ini Harga Pertamax Turun dan Pertamina Dex Naik, Simak Rinciannya

Harga BBM nonsubsidi disesuaikan lagi. Per hari ini, Pertamina menurunkan harga Pertamax dan Pertamax Turbo. Harga Dexlite dan Perta Dex dinaikkan.


Per Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 per Liter

7 hari lalu

Per Hari Ini, Harga Pertamax Turun Jadi Rp 13.900 per Liter

Harga Pertamax resmi turun menjadi Rp 13.900 per liter untuk wilayah Jakarta, mulai hari ini, Sabtu, 1 Oktober 2022.


Jababeka Klaim Bakal Poles Kawasan Industri di Bekasi Lebih Hijau

7 hari lalu

Jababeka Klaim Bakal Poles Kawasan Industri di Bekasi Lebih Hijau

PT Jababeka Infrastruktur mengklaim akan memoles kawasan industri Jababeka di Cikarang, Bekasi, menjadi lebih hijau.