Khofifah Nyatakan akan Merangkul Lawan Politiknya di Pilgub Jatim

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Khofifah Indar Parawansa saat dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Khofifah - Emil akan menggantikan Soekarwo dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2014 pada hari Selasa, 12 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    Khofifah Indar Parawansa saat dilantik sebagai Gubernur Jawa Timur oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Khofifah - Emil akan menggantikan Soekarwo dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul yang mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2014 pada hari Selasa, 12 Februari 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bakal merangkul lawan-lawan politiknya dalam pemilihan gubernur pada Juni tahun lalu. Salah satunya ialah bekas rivalnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno. Menurut Khofifah belum lama ini, baik Gus Ipul maupun Puti telah bertandang ke rumahnya di Jalan Jemursari, Surabaya, untuk bersilaturahmi.

    Baca: Jokowi Resmi Melantik Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur

    “Atas izin beliau berdua, program kerja Gus Ipul dan Mbak Puti dalam pilgub Jatim kemarin kami akomodir masuk dalam program kerja Khofifah-Emil Elestianto Dardak (wakil gubernur),” ujar Khofifah saat menyampaikan pidato kerakyatan bersama Emil di Tugu Pahlawan, Surabaya, Kamis, 14 Februari 2019.

    Selain itu, partai politik pengusung kandidat yang saat itu bersebarangan jalan juga akan dirangkul. Menurut Khofifah setelah kompetisi berakhir, semua akan diajak membangun Jawa Timur. “Tidak ada lagi istilahnya partai pengusung, yang ada elemen demokrasi,” kata Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama ini.

    Adapun Khofifah sendiri bakal melaksanakan janji-janji kampanyenya yang tertuang dalam nawa bakti satya atau sembilan janji. Dari Sembilan janji itu, kata Khofifah, ia bakal memerasnya menjadi cetar, kependekan dari cepat, efektif, tanggap dan responsif.

    Sebelum menyampaikan orasi kerakyatan di Tugu Pahlawan, Khofifah dan Emil melaksanakan salat zuhur berjemaah di Masjid Al Akbar Surabaya. Keduanya langsung menuju Masjid Al Akbar setelah tiba dari Jakarta pada Kamis siang. Usai salat, mereka bersama jemaah lainnya melaksanakan sujud syukur dipimpin KH Asep Saifuddin Chalim. Asep adalah pendukung utama Khofifah-Emil di pilgub Jawa Timur.

    Selanjutnya, Khofifah dan Emil diarak menuju Tugu Pahlawan dengan iring-iringan jip terbuka. Khofifah dan Emil berdiri di jip terbuka berwarna hijau lumut. Khofifah dan Emil yang mengenakan baju serba-putih melambai-lambaikan tangan kepada pengguna jalan. Terkadang Khofifah juga bersikap sempurna sambil member hormat.

    Baca: Usai Dilantik Khofifah Pidato Kebangsaan di Tugu Pahlawan

    Tiba di Tugu Pahlawan pempimpin baru Jawa Timur itu disambut seribu penari remo. Kegiatan Khofifah dan Emil berlanjut ke Gedung Grahadi hingga malam ini. Beberapa agenda yang disiapkan antara lain istighosah, ramah tamah, dan penyerahan santunan bagi anak yatim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.