Muba Terus Inovasi Minyak Sawit Jadi BBM

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu minyak nabati yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa sawit. Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia.

    Salah satu minyak nabati yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa sawit. Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia.

    INFO NASIONAL - Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin berkomitmen untuk terus mengupayakan kesejahteraan petani sawit rakyat. Salah satunya dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Kelapa Sawit (BPDP-KS), untuk mengelola inti kelapa sawit menjadi menjadi bahan bakar nabati. 

    "Kabupaten Muba sangat cocok untuk nantinya mengolah inti kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati karena daerahnya yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit. Ini akan menjadi pilot project daerah yang mengolah dan menghasilkan bahan bakar nabati atau biofuel dari inti kelapa sawit," ujar Dekan Fakultas Teknologi Industri Teknik Kimia ITB Dedi Kurniadi di sela kunjungan Bupati Musi Banyuasin dalam rangka Pertemuan dan Peninjauan Penelitian Pengembangan Biohydrocarbon Berbasis Sawit, Kerja Sama ITB dengan BBPDP-KS, di Kampus ITB, Kamis, 14 Februari 2019. Saat itu, dia didampingi Ketua Program Studi (Prodi) S2 dan S3 Teknik Kimia ITB, IGBN Makertihartha dan Dosen Teknik Kimia ITB Melia Gunawan.

    Dijelaskan, pemanfaatan minyak nabati sebagai bahan bakar diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi di bidang pertanian. "Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia. Itu karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia setelah Malaysia," ucap Dedi Kurniadi. 

    ITB khususnya Prodi Teknik Kimia, menyambut baik langkah dan program terobosan yang akan dilakukan Bupati Muba dalam upaya mengembangkan bahan bakar dari inti kelapa sawit. "Kami sangat siap dan mendukung untuk merealisasikannya. Ini akan menjadi kerja sama yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya petani sawit rakyat," tuturnya. 

    Salah satu minyak nabati yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai bahan bakar alternatif adalah minyak kelapa sawit. Pemilihan minyak kelapa sawit sebagai sumber energi alternatif sangat tepat dilakukan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara penghasil minyak kelapa sawit terbesar kedua di dunia.

    Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin menyebutkan, saat ini luas lahan kebun sawit milik rakyat yang telah tertanam dan akan ditanam seluas 8.124 hektare. Itu dilaksanakan oleh 12 koperasi. Sedang yang dalam tahap proses usulan tahun 2019-2020 adalah seluas 5.360 hektare, dan hingga 2022, peremajaan kelapa sawit di Muba mencapai 42 ribu hektare. 

    "Saat ini Pemkab Muba sedang menuju pembuatan bio fuel yang berbasis sawit. Muba dengan memiliki potensi kelapa sawit yang cukup luas berkeinginan untuk melakukan transformasi industri sawit, sehingga akan bisa mendongkrak haga jual TBS kelapa sawit pekebun. Oleh sebab itu, kehadiran kami ke ITB ini untuk bekerja sama dalam merealisasikan terobosan inovasi energi terbarukan bio fuel ini," ujarnya. 

    Dodi menyebutkan, upaya tersebut juga berangkat dari keseriusan Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di Muba, yang terus gencar dan mendukung menyukseskan replanting perkebunan sawit. Terlebih pada Desember 2018 lalu, KUD di Muba juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pertanian karena dinilai sukses sebagai pilot project peremajaan sawit di lahan seluas 4.446 hektare.

    "Dukungan banyak pihak dan khususnya petani sawit rakyat, ini yang membuat kami terus semangat untuk terus mencari dan mengembangkan inovasi baru untuk kelapa sawit," ucapnya. 

    Dodi menambahkan, upaya pembenahan tersebut diharapkan mampu menyentuh kebutuhan pokok pekebun sawit untuk memperjuangkan terwujudnya pekebun sawit yang sejahtera, mandiri, berdaulat dan berkelanjutan. "Kita juga nantinya berencana akan membangun mini refinery untuk penampungan sementara. Dan sebagai langkah awal, produksi turunan dari tandan buah segar itu akan dikirim ke kilang minyak milik PT. Pertamina di Plaju, Palembang," tuturnya. 

    Mantan anggota DPR RI dua periode ini juga menambahkan, setelah berjalan, nantinya di tahap awal dirinya akan mewajibkan seluruh kendaraan dinas di lingkungan Pemkab Muba menggunakan bahan bakar atau biofuel tersebut untuk operasional. 

    "Dalam waktu dekat MoU akan segera kita lakukan bersama ITB dan BPDP-KS untuk segera merealisasikan ini. Dan nantinya, tahap awal, kendaraan dinas di Pemkab Muba wajib pakai bio fuel Muba ini sebagai wujud implementasi pemanfaatan energi terbarukan dan sustanaible atau berkelanjutan," kata Dodi. 

    Pada kesempatan tersebut, Bupati Muba Dodi Reza turut didampingi Kepala Bapeda Zukfakar, Kadisperindag Zainal Arifin, Plt Kepala DPMPTSP Erdian Syahri, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andi Wijaya Busro, Kepala Dinas Perkebunan Iskandar Syahrianto, Kabag Humas Herryandi Sinulingga AP, dan Plt Kabag Protokol Rangga Perdana Putra. Turut hadir juga Kepala Divisi Pengembangan Biodiesel BPDP-KS Muhammad Ferian. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.