Sopir Truk Cegat Mobil Jokowi, Moeldoko: Sikap Presiden Biasa

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sopir truk atau awak mobil tangki (AMT) melakukan aksi kubur diri di depan Istana Negara, Jakarta, 10 Januari 2019. Dalam aksi tersebut mereka meminta upah lembur untuk dibayarkan dan pembatalan pemecatan sepihak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Sejumlah sopir truk atau awak mobil tangki (AMT) melakukan aksi kubur diri di depan Istana Negara, Jakarta, 10 Januari 2019. Dalam aksi tersebut mereka meminta upah lembur untuk dibayarkan dan pembatalan pemecatan sepihak. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Presiden Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak mempermasalahkan aksi penghadangan kendaraannya yang dilakukan oleh para sopir truk tangki PT Pertamina Patra Niaga, yang berunjuk rasa di seberang Istana Merdeka, malam tadi. Moeldoko berdalih Jokowi terbiasa menghadapi situasi seperti itu.

    Baca juga: Tim Sukses Jokowi: Kami Mulai Kampanye Perang Total

    "Ya, presiden biasa. Kalau menghadapi massa, kan, biasa," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 14 Februari 2019.

    Moeldoko mencontohkan, suasana seperti itu sering terlihat saat Jokowi kunjungan kerja. Meski Jokowi telah berada di dalam mobil dan siap untuk pergi, masih banyak warga yang mengerubunginya.

    "Sering pada saat membagi buku itu sangat mepet, nempel ke mobil presiden. Saya sendiri secara pribadi mantan panglima TNI, cukup khawatir, cuma presiden happy-happy aja dengan situasi seperti itu. Karena itu menjadi kebiasaan," ujarnya.

    Sebelumnya, di media sosial beredar video saat para sopir truk tangki Pertamina ini mencegat rombongan Jokowi yang meninggalkan Istana Merdeka. Aksi saling dorong pun terjadi antara demonstran yang ingin menyuarakan aspirasinya dan pasukan pengamanan presiden.

    Menurut Moeldoko, apa yang dilakukan Paspampres adalah hal yang wajar. Pasalnya mereka bertugas untuk menjamin keamanan presiden.

    "Jadi kalo para pengawal Paspampres ini melihat situasi yang itu kurang bagus untuk pengamanan presiden, maka ada langkah langkah. Semalam, kan, sempat sedikit ada dorong-dorongan oleh aparat yang ingin jangan sampai nanti ada yang ketabrak, keserempet mobil dan seterusnya," ucapnya.

    Baca juga: Kubu Jokowi Tak Khawatir Gempuran Kubu Prabowo di Jawa Tengah

    Terkait masalah yang disampaikan oleh para supir truk itu, Moeldoko berujar Presiden Jokowi telah menerima perwakilannya untuk bertemu beberapa hari lalu. "Saya pikir mereka mereka sudah diterima dan penyelesaiannya yang bagaimana sesuai prosedur mereka bekerja," ucapnya.

    Seperti diketahui, ratusan sopir truk ini telah berunjuk rasa di seberang Istana Merdeka selama berhari-hari. Mereka menuntut penyelesaian upah lembur yang belum dibayarkan, pengangkatan sebagai karyawan tetap, pembatalan pemecatan sepihak, dan pembayaran uang pensiun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.