Warganet Dukung Liputan Investigasi Jaringan Aborsi Online

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi aborsi. TEMPO

    Ilustrasi aborsi. TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Program liputan investigasi Bongkar berencana mengangkat topik Jaringan Aborsi Online dalam waktu dekat. Topik ini merupakan pilihan warganet yang ditawarkan lewat mekanisme polling sejak Agustus tahun lalu.

    Baca juga: 19 Persen Remaja di Negara Berkembang Hamil Sebelum 18 Tahun

    Jaringan Aborsi Online adalah proyek kedua liputan Investigasi Bongkar. Program ini sebelumnya berhasil menurunkan artikel yang mengurai kejanggalan-kejanggalan di balik laporan audit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pemerintah DKI Jakarta.

    Topik Jaringan Aborsi Online terpilih setelah meraih dukungan 6540 orang. Minat warganet untuk mengetahui sengkarut persoalan ini menyingkirkan dua kandidat topik lain: Derita Hewan Sirkus, dan Perburuan Hewan Langka di Balik Gemerlap Fasion Dunia.

    "Di era internet, aborsi ilegal merambah metode online, tak hanya jejaring makelar di sekitar klinik-klinik resmi," ujar Redaktur Pelaksana Kompartemen Investigasi Majalah Tempo, Bagja Hidayat, Kamis, 14 Februari 2019.

    Baca juga: Polisi Menangkap Pensiunan Dokter Berpraktek Aborsi Ilegal

    Kemudahan akses internet kerap dimanfaatkan para pelaku untuk menjual obat-obatan aborsi secara bebas. Jaringan ini diduga melibatkan “bidan”, “dokter”, dan para makelar yang menunggu di balik nomor-nomor telepon situs promosi.

    Tak hanya urusan obat. Para pelaku diduga ikut memfasilitasi layanan praktek aborsi ilegal. Di Jakarta saja diperkirakan ada 100-an klinik aborsi ilegal dengan biaya Rp 9-10 juta per tindakan. "Setiap hari satu klinik bisa menerima sekitar 10 pasien," kata Bagja.

    Program Bongkar, yang diinisiasi Tempo bersama Kitabisa dan Change.org ini kembali mengajak partisipasi pendanaan publik. Donasi yang terkumpul akan dipergunakan untuk keperluan operasional selama proses peliputan dan dilaporkan secara transparan.

    Baca: Parlemen Argentina Tolak RUU Legalisasi Aborsi

    Warganet yang berkenan menyisihkan donasi dipersilakan mengunjungi situs kitabisa.com. Dukungan pendanaan ini merupakan sebuah obligasi yang harus kami bayar dengan menyajikan liputan berkualitas. Mari dukung keberlanjutan program ini.
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.