Gempa Bumi Bermagnitudo 5,0 di Pandeglang, Potensi Tsunami Nihil

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    Ilustrasi gempa. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Gempa bumi tektonik berkekuatam magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Pandeglang Banten, Kamis, 14 Februari, pukul 06.41 WIB. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

    Berita terkait:

     

    BMKG: Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami

    Kepala Bidang Informasi gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menginformasikan, pada Kamis, 14 Februari 2019, pukul 06.41.53 WIB, wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. 

    Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=5,0. Episenter atau sumber gempabumi terletak pada koordinat 7,07 LS dan 105,64 BT. "Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 84 kilometer arah selatan Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten," kata dia.

    Sumber gempa berkedalaman 56 kilometer. Gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal. "Gempa ini akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," katanya.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar Obliqe Turun (Oblique Normal Fault).

    Dampak gempa bumi berdasarkan informasi dari masyarakat,  dirasakan antara lain di daerah Malingping, Cijaku, Panggarangan, Bayah, Ciptagelar dan  Wanasalam III MMI, sementara daerah Pelabuhan Ratu dirasakan II MMI.

    Hingga saat ini belum ada laporan adanya kerusakan bangunan atau korban. Hingga pukul 07.02 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).  Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

    ANWAR SISWADI (Bandung)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.