BMKG: Gempa Malang Tak Berpotensi Tsunami

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gempa. abcnews.com

    Ilustrasi gempa. abcnews.com

    TEMPO.CO, BANDUNG - Gempa tektonik  mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis, 14 Februari 2019. Lindu pada pukul 02.58 WIB itu bermagnitudo 5,0. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

    Baca: Gempa Bumi di Garut Siang Ini, Tak Berpotensi Tsunami

    Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, wilayah Samudera Hindia selatan Jawa diguncang gempa bumi tektonik. Hasil pemutakhiran analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki kekuatan M=5,0.

    Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,35 LS dan 112,51 BT. "Tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 kilometer arah selatan Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur," katanya. Sumber gempa berkedalaman 69 kilometer.

    Gempa di selatan di Jawa-Bali-Nusa Tenggara ini tergolong berkedalaman menengah. "Diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," kata Rahmat.

    Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar Obliqe Naik (Oblique Thurst Fault).

    Guncangan gempa ini dilaporkan terasa di daerah Kabupaten Malang dengan kekuatan intensitas gempa III MMI atau getarannya seperti àda truk yang lewat di depan rumah. Daerahnya meliputi Selopuro, Wlingi dan Kota Blitar dengan kekuatan II-III MMI.

    Baca: Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Garut

    BMKG melaporkan belum dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami

    Hingga pukul 03.25 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). BMKG menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.