Putra Mahkota Arab Saudi Bakal Temui Jokowi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Puan Maharani berfoto selfie dengan Presiden Jokowi (kanan), Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (kedua kanan), dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kiri), di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Maret 2017. Raja Salman telah bertemu Puan sejak kunjungan hari pertamanya. SETPRES/Agus Suparto

    Menko PMK Puan Maharani berfoto selfie dengan Presiden Jokowi (kanan), Raja Salman bin Abdul Aziz Al-Saud (kedua kanan), dan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri (kiri), di Istana Merdeka, Jakarta, 2 Maret 2017. Raja Salman telah bertemu Puan sejak kunjungan hari pertamanya. SETPRES/Agus Suparto

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Presiden, Johan Budi Sapto Pribowo, mengatakan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Kedua tokoh ini rencananya akan bertemu di Indonesia, pekan depan.

    Baca: Jokowi Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar Negara Sahabat

    "Ada kunjungan tersebut, tapi rencananya tanggal 19 Februari," kata Johan lewat pesan singkat pada Tempo, Rabu, 13 Februari 2019.

    Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan MBS memang ada rencana untuk berkunjung ke Indonesia. Namun, ia enggan mengkonfirmasi kapan tepatnya putra Raja Salman bin Abdulaziz itu tiba di Jakarta.

    "Memang ada rencana, tapi sekarang kami sedang terus berkomunikasi. Jadi di titik ini saya belum dapat mengkonfirmasikan (tapi) komunikasi ada," katanya di Istana Negara.

    Retno juga memilih diam untuk membeberkan topik yang akan dibahas oleh Jokowi dan MBS jika bertemu dalam waktu dekat ini. "Nanti, ya," kata dia.

    Baca: Debat Capres Jokowi - Prabowo Diprediksi akan Saling Serang

    Dilansir dari Thestar.com, MBS berencana untuk mengumumkan niat Arab Saudi berinvestasi di sektor energi dan infrastruktur saat berkunjung ke India dan Pakistan dalam beberapa hari mendatang. Selain itu, ia direncanakan untuk menyambangi negara lain di kawasan Asia, seperti Malaysia, Cina, dan Indonesia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.