Jokowi Sudah Telepon SBY untuk Cek Kondisi Ani Yudhoyono

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang dirawat di Singapura. Melalui rekaman video, SBY menyampaikan istrinya divonis kanker darah. Foto ini diunggah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief di akun Twitternya. Twitter.com/andiarief__

    Foto istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono, yang dirawat di Singapura. Melalui rekaman video, SBY menyampaikan istrinya divonis kanker darah. Foto ini diunggah Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief di akun Twitternya. Twitter.com/andiarief__

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan telah berkomunikasi dengan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk mengetahui kondisi kesehatan istrinya, Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono, yang kini terbaring sakit.

    Baca juga: Sakit, Ani Yudhoyono Unggah Kiriman Bunga dari Jokowi dan Istri

    "Empat atau lima hari lalu saya sudah telepon beliau, Pak Jusuf Kalla juga telepon beliau untuk mengabarkan mengenai Ibu Ani," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 13 Februari 2019.

    Menurut Jokowi, ia masih mencari waktu untuk bisa menjenguk Ani yang dirawat di rumah sakit National University Hospital, Singapura. "Mengatur waktu," ucapnya.

    Selaku pimpinan negara, kata Jokowi, ia bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla turut mendoakan agar Tuhan memberikan kesembuhan pada Ani. "Kami semua mendoakan agar beliau cepat sembuh dan kembali ke Indonesia," tuturnya.

    Jokowi berujar telah memerintahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan tim dokter kepresidenan untuk memberikan bantuan dalam pengobatan Ani.

    Baca juga: JK Doakan Kesembuhan Ani Yudhoyono

    SBY dalam pernyataannya menyampaikan bahwa sang istri, Ani Yudhoyono mengidap kanker darah. Lewat video berdurasi 4 menit 23 detik, SBY memohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar sang istri diberi kekuatan dan kesembuhan. "Sehingga Ani bisa menjalani kegiatan seperti sedia kala," kata SBY.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.