Pecat Taruna Akpol, Arief: Negara Rugi Jika Akpol Pro-Kekerasan

Terdakwa kasus penganiayaan hingga menewaskan seorang Taruna Tingkat II Akpol Bripdatar M. Adam, Rinox Lewi Wattimena, saat menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, 19 September 2017. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri Komisaris Jenderal Arief Sulistyanto memecat 13 orang taruna Akpol (Akademi Kepolisian). Mereka diduga bertanggung jawab atas tewasnya taruna tingkat II bernama Muhammad Adam pada 18 Mei 2017.

Baca: Kasus Kematian di Akpol, 13 Taruna Senior Akhirnya Dipecat

Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) terhadap terhadap 13 orang taruna tersebut dilakukan melalui Sidang Dewan Akademi yang dipimpin oleh Gubernur Akpol Inspektur Jenderal Rycko Amelza Dahniel pada, 11 Februari 2019. Sidang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 23.30 WIB.

"Sebenarnya ada 14 orang yang terjerat kasus ini. Tapi pelaku utama yakni CAS, telah dikeluarkan pada sidang sebelumnya yakni Juli 2018 lalu," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 12 Februari 2019.

Arief menjelaskan, sidang kedua atas kasus ini memang harus dilaksanakan demi masa depan Akpol dan belasan taruna yang bermasalah tersebut. "Agar mereka bisa cepat melanjutkan karir lain saat keluar dari Akpol," ucap dia.

Sebab, nasib belasan pelaku ini terkatung-katung sejak kasus tersebut terungkap. Ke-13 taruna yang menjadi pelaku adalah MB, GJN, GCM, RLW, JEDP, RAP, IZPR, PDS, AKU, CAEW, RK, EA, dan HA. Sebelumnya, mereka semua sudah dikenakan tindak pidana dengan variasa hukum yang berbeda sesuai peran masing-masing.

Muhammad Adam tewas setelah dianiaya para senionya di sebuah gudang di Flat A tingkat III pada 18 Mei 2017 dini hari. Ia meninggal karena ada luka di dada yang menyebabkan sesak nafas hingga tidak mendapat oksigen.

Simak juga: Polisi Surati Orang Tua Calon Taruna Akpol: Jangan Intervensi

"Tradisi kekerasan senior terhadap junior adalah perilaku yang harus dihilangkan. Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan," kata Arief.






Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

1 hari lalu

Polri Segera Umumkan Tersangka Tragedi Kanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 131 orang meninggal. Sebanyak 35 orang telah diperiksa Polri.


Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

3 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, 23 Polisi dan 6 Panitia Penyelenggara Diperiksa

Polri telah menaikan status tragedi Kanjuruhan ke penyidikan.


Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

3 hari lalu

Polisi Bantah Tangkap Aremania Pengunggah Video Penonton Terkunci di Kanjuruhan

Soal Aremania yang sempat ditangkap, Nico Afinta sempat membisik kepada Kadivhumas Polri. "Sudah dipulangkan."


Propam Periksa 18 Polisi yang Pegang Senjata Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

4 hari lalu

Propam Periksa 18 Polisi yang Pegang Senjata Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Diduga karena terkena gas air mata, suporter panik dan berusaha keluar Stadion Kanjuruhan.


Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

7 hari lalu

Mabes Polri Ungkap 612 Kasus Judi Online Sepanjang 2022

Tidak hanya pidana judinya, pelaku serta bandar judi online juga dijerat pasal pencucian uang.


Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

8 hari lalu

Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

Kadiv Humas Polri Dedi Prasetyo megatakan tidak ada anggota kepolisian yang terlibat peretasan akun digital milik sejumlah awak redaksi Narasi TV


Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

9 hari lalu

Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

Pemerhati hukum mendesak kasus obstruction of justice dalam kasus Brigadir J agar cepat dituntaskan


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

17 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

18 hari lalu

Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

Adapun keputusan sidang banding ini akan diserahkan kepada Ferdy Sambo dalam waktu 3-5 hari.


Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

18 hari lalu

Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

Keputusan banding bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan Ferdy Sambo.