Karir Politik Khofifah: Dua Kali Menteri dan Juru Bicara Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pemaparan di harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad, 27 Desember 2018. Khofifah mengatakan deklarasi ini bertujuan untuk membantu setiap anggotanya membangun pola pikir yang produktif, konstruktif, dan positif. TEMPO/Faisal Akbar

    Pimpinan Pusat Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pemaparan di harlah ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno, Ahad, 27 Desember 2018. Khofifah mengatakan deklarasi ini bertujuan untuk membantu setiap anggotanya membangun pola pikir yang produktif, konstruktif, dan positif. TEMPO/Faisal Akbar

    TEMPO.CO, JakartaKhofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur terpilih, akan dilantik hari ini, 13 Februari 2019 oleh Presiden Joko Widodo. Khofifah akan menggantikan Gubernur Jawa Timur sebelumnya, Soekarwo, yang masa jabatannya berakhir pada 12 Februari 2019.

    Baca: Perjalanan Politik Emil Dardak: Menjadi Bupati Termuda

    "Jadi Pakde Karwo selesai (masa jabatannya) tanggal 12. Besoknya, tanggal 13, jam 3 sore akan dilantik Gubernur terpilih," ujar Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan pada 11 Februari 2019.

    Khofifah telah memulai karir politiknya sejak 1992. Saat itu, ia menjadi pimpinan fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dewan Perwakilan Rakyat periode 1992-1997. Kemudian, ia terpilih kembali pada Pemilu 1997.

    Dua tahun kemudian, atau 1999, Khofifah memutuskan bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai ini merupakan bentukan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Lewat PKB, Khofifah terpilih menjadi Wakil Ketua DPR di masa pemerintahan Presiden B.J. Habibie.

    Khofifah pun diangkat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan oleh Presiden Gus Dur pada 1999-2001 dan Menteri Sosial Kabinet Kerja di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 2014-2018.

    Di pertengahan 2013, Khofifah sempat mengikuti Pemilu Gubernur Jawa Timur. Saat itu, ia menggandeng Herman Suryadi Sumawiredja. Namun, ia dinyatakan tak lolos oleh Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur.

    "Khofifah tidak ada dalam berita acara ini. Tidak termasuk pasangan calon yang memenuhi syarat," kata Ketua KPU Jawa Timur Andry Dewanto Ahmad, pada Juli 2013.

    Simak juga: Salawat Antar Gus Ipul Akhiri Masa Jabatan di Jawa Timur

    Pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014, Jokowi yang waktu itu maju menggandeng Jusuf Kalla menunjuk Khofifah sebagai juru bicara tim pemenangan. Kemudian, Jokowi menunjuk Khofifah sebagai Menteri Sosial setelah ia memenangkan Pilpres 2014. Dalam perjalannya, Khofifah mundur karena berlaga di Pemilihan Gubernur Jawa Timur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.