Hari Kuncoro Berperan Menampung Dana Teroris Abu Walid

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    Ilustrasi anggota teroris. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian menduga mantan terpidana kasus terorisme, Hari Kuncoro memiliki peran penting dalam lingkaran ISIS Negara Islam Irak dan Suriah di Indonesia. Salah satunya, Hari menjadi penghubung antara algojo ISIS, Abu Walid dan kelompok ISIS di Suriah dengan kelompok teroris di Indonesia.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Hari diduga menampung kiriman dana dari Abu Walid serta kelompok ISIS kemudian Harry menyalurkan uang itu ke kelompok-kelompok teror di Indonesia. "Uang itu untuk keperluan aksi teror," kata Dedi Selasa, 12 Februari 2019.

    Baca: Penyandang Dana ISIS Indonesia Kelompok ...

    Detasemen Khusus 88 Antiteror (Densus 88) menangkap Hari Kuncoro, di Bandara Soekarno-Hatta pada 3 Januari 2019. Ia dicokok ketika hendak pergi ke Suriah.

    Polisi menyebut rencana perjalanan Hari sudah diatur warga negara Indonesia yang berada di Suriah, yakni Abu Walid yang diduga sudah tewas dalam baku tembak di Suriah pada 29 Januari 2019.

    Hari adalah anggota kelompok teroris Taliban Melayu, yang juga kerap terlibat aksi teror di beberapa wilayah di Indonesia. Beberapa aksi teror yang diduga didanai Hari adalah teror di Bali, Nusa Tenggara Barat pada Juli 2018.

    Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis adik ipar Dulmatin, terpidana bom bali 2002 ini dengan pidana enam tahun penjara pada Maret 2012. Hari pengawal teroris Umar Patek.

    Baca: Densus 88 Tangkap Terduga Penyandang Dana Kelompok ISIS Indonesia

    Majelis Hakim memvonis pria yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, ini telah melanggar Pasal 15 juncto Pasal 9 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Terorisme. Ia dianggap terlibat dalam sejumlah teror yang dilakukan oleh Umar Patek dan Dulmatin.

    Salah satu peran Hari Kuncoro adalah membantu Umar Patek kabur. Pria yang ditangkap pada 2011 ini mencarikan calo yang mampu mengurus paspor asli tapi palsu untuk Umar Patek, terpidana bom malam natal pada 2000. Harry Kuncoro bebas pada Maret 2016. 

    Dedi mengatakan selain sebagai penyandang dana, Hari juga memiliki jaringan yang kuat dengan teroris di luar negeri. Ia dianggap menguasai wilayah Indonesia dan Asia karena pernah belajar di Arab Saudi dan Afghanistan. Bahkan hubungannya dengan pihak Suriah sudah sangat intens.

    M. ROSSENO AJI | ANDITA RAHMA | SYAILENDRA PERSADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.