Khofifah - Emil Dardak Akan Dilantik oleh Jokowi pada Rabu Sore

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. ANTARA

    Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak. ANTARA

    TEMPO.CO, Surabaya - Pelantikan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Rabu sore, 13 Februari 2019. Gubernur Jawa Timur Soekarwo memastikan soal jadwal pelantikan itu.

    Baca: Tolak Masuk Timses, Khofifah Tetap Bantu Jokowi Lewat JKSN

    "Pelantikan Bu Khofifah dan Mas Emil sudah pasti 13 Februari di Istana Negara pukul 15.30 WIB," kata Soekarwo saat ditemui seusai silaturahmi dan pamitan ke pejabat Forkopimda dan kepala daerah se-Jatim, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin malam, 11 Februari 2019.

    Soekarwo dan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2014 pada hari ini, Selasa, 12 Februari 2019. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini optimistis duet Khofifah - Emil mampu membawa masyarakat Jawa Timur semakin sejahtera dan tetap tercipta kondisi yang aman serta nyaman.

    "Kapal akan tetap berjalan dan dilanjutkan menuju pelabuhan demi kesejahteraan rakyatnya," ujar birokrat yang juga politikus Partai Demokrat tersebut.

    Baca: Khofifah Sebut Jokowi Harus Kerja Keras Raup Suara di Madura

    Sukarwo akan menghadiri proses pelantikan Khofifah - Emil oleh Presiden Joko Widodo. Ia sudah berada di Jakarta mulai Selasa ini. "Banyak sekali kegiatan saya di Jakarta, termasuk mendampingi istri acara serah terima PKK di Jakarta. Saya berangkat Selasa, dan kembali ke Surabaya pada Kamis," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.