Ketua Umum PSI Grace Natalie Sebut Ada Kaum Nasionalis Gadungan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia sudah menyerahkan bacaleg dengan 575 nama untuk 80 daerah pemilihan (dapil). TEMPO/Subekti.

    Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie beserta rombongan menyerahkan daftar nama calon legislatif (caleg) ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa, 17 Juli 2018. Partai Solidaritas Indonesia sudah menyerahkan bacaleg dengan 575 nama untuk 80 daerah pemilihan (dapil). TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Grace Natalie menyebut ada kaum nasionalis gadungan. Ia dengan berapi-api menuding adanya orang yang mengaku nasionalis tetapi sebenarnya tidak nasionalis.

    Baca juga: PSI Minta Bawaslu Buka Kembali Kasus Mahar Politik Sandiaga Uno

    Ia berpidato di acara Festival 11 Jogjakarta di Jogja Expo Center Senin malam, 11 Februari 2019. Judul pidato politiknya adalah 'Musuh Utama Persatuan Indonesia'.

    “Nasionalis gadungan adalah semua partai politik atau orang yang mengategorikan nasionalis, tetapi ketika ada peristiwa-peristiwa intoleransi diam saja. Bahkan dalam banyak kasus justru partai-partai nasionalis yang paling rajin merancang, merumuskan sampai menggolkan perda-perda diskriminatif di hampir seluruh kabupaten/kota. Itu nasionalis gadungan,” kata Grace di Jogja Expo Center, Senin malam, 11 Februari 2019.

    Ia menyebut ada dua ancaman yang membayangi persatuan Indonesia. Yaitu keberadaan kaum intoleran yang setiap hari mengumbar kebencian. Kemudian adanya para koruptor yang melemahkan gerakan persatuan masyarakat.

    Kalau ada orang menyebut dirinya nasionalis, namun di belakang masih mencuri uang rakyat, mereka lebih pantas disebut nasionalis gadungan.

    “Nasionalis gadungan, bro dan sis, adalah orang-orang yang ngakunya nasionalis tapi ikut-ikutan meloloskan perda-perda agama yang diskriminatif,” kata dia.

    Baca juga: PSI Laporkan Pemasangan Spanduk LGBT ke Bareskrim Polri

    Grace Natalie menyebut nasionalis gadungan adalah kekuatan politik tengah yang bungkam, diam seribu bahasa ketika seorang ibu, Ibu Meliana dipersekusi. Kasus Meiliana bermula saat dia keberatan terhadap pengeras suara azan dari Masjid Al Maksum Tanjungbalai, Sumatera Utara, pada 29 Juli 2016. Ia divonis 18 bulan penjara.

    “Kaum nasionalis-moderat perlu suntikan darah segar. Sebuah fraksi baru di parlemen, untuk menemani kelompok nasionalis-moderat yang sudah ada, agar lebih berani dan tegas dalam menegakkan persatuan," kata dia mengakhiri pidatonya.

    Tonton: Soal Tempat Ibadah, Grace Natalie Usul Cabut SKB 3 Menteri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sembilan Bulan Menjerat Sofyan

    Dugaan keterlibatan Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Sofyan Basir, dalam kasus rasuah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut.