Jabar Tetapkan Perda Kewirausahaan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Kewirausahaan di Bandung pada Senin, 11 Februari 2019.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Kewirausahaan di Bandung pada Senin, 11 Februari 2019.

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyambut baik ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Jabar tentang Kewirusahaan. Perda tersebut ditandatangani  Gubernur dan  Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari pada  sidang Paripurna DPRD Jabar di Bandung, Senin, 11 Februari 2019.

    "Sekarang kita punya dasar hukum memberi bantuan ke anak-anak muda milenial untuk berwirausaha," kata Emil, panggilan akrab Gubernur.

    Menurut Emil, selain memudahkan dalam memberikan subsidi ke masyarakat, Perda ini juga  membuat lebih leluasa ketika akan membangun pusat-pusat pelatihan kewirausahaan dan memudahkan memasarkan produk usaha masyarakat. "Intinya dasar hukum ini membuat kita lebih leluasa," kata dia. 

    Sebelum ada Perda Kewirausahaan ini, penanganan kewirausahaan masyarakat diurusi beberapa OPD seperti Dispora atau Dinas UKM.  "Sekarang itu sudah dikunci dalam Perda ini," ujar Emil.

    Rancangan pada Perda ini  sudah melalui beberapa tahapan, di antarnya sudah dievaluasi Menteri Dalam Negeri. 

    Ketua Pansus V DPRD Jabar Teuku Hanibal mengatakan, pembahasan Perda Kewirausahaan sudah dilakukan sejak  Oktober 2018. Ia  meminta Pemprov Jabar segera mensosialisasikannya kepada masyarakat dan membuat Pergubnya.

    "Saya harap  Gubernur juga segera membuat Pergub untuk menindaklanjutinya," kata dia. 

    Perda ini, lanjut Hanibal,  untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan yang kreatif, inovatif dan berwawasan lingkungan dalam membangun perekonomian daerah.

    "Juga untuk menciptakan ekosistem kewirausahaan yang  akan mendorong daya saing produk daerah," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Depresi Atas Gagal Nyaleg

    Dalam pemilu 2019, menang atau kalah adalah hal yang lumrah. Tetapi, banyak caleg yang sekarang mengalami depresi karena kegagalannya.