Jejak Hari Kuncoro dalam Kasus Terorisme di Indonesia

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anggota Densus 88 menjaga ketat kendaraan taktis yang membawa tiga orang terduga teroris setelah penggerebekan di Gempol, Tangerang, Banten, 16 Mei 2018. Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris dan satu orang istri anggota teroris. ANTARA/Muhammad Iqbal

    Sejumlah anggota Densus 88 menjaga ketat kendaraan taktis yang membawa tiga orang terduga teroris setelah penggerebekan di Gempol, Tangerang, Banten, 16 Mei 2018. Tim Densus 88 mengamankan tiga orang terduga teroris dan satu orang istri anggota teroris. ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, JakartaHari Kuncoro alias Wahyu Nugroho alias Uceng ditangkap Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Mabes Polri pada Januari 2019 lalu. Polri baru mengungkapnya, Senin, 11 Februari 2019 karena membutuhkan data yang kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka.

    Baca juga: Polri Prediksi Terorisme Masih Jadi Gangguan Utama di 2019

    Hari Kuncoro ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak berangkat ke Suriah. Polri menemukan bukti mengenai keterlibatan Hari dalam berbagai aksi teror di Indonesia.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan Haris punya jejak yang cukup panjang dalam kelompok teroris di Indonesia.

    "Dari mulai giat kelompok JI, tersangka juga sudah keluar masuk dua kali terkait terlibat kelompok Nurdin M Top dan dokter Azhari,” ujar Dedi di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan pada Senin, 11 Februari 2019.

    Dedi menjelaskan peranan Hari Kuncoro sangat penting dalam aksi terorisme karena memiliki jaringan yang kuat ke luar negeri. Bahkan hubungannya dengan pihak Suriah sudah sangat intens terjadi.

    Salah satu jaringan Hari di luar negeri adalah seorang yang diduga sebagai algojo negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS bernama Abu Wahid. Menurut Dedi, Abu Wahid sudah tewas pada 29 Januari 2019.

    "Dari hasil komunikasi intens antara Abu Walid dengan HK, yang bersangkutan memberikan saran kepada tersangka HK untuk segera bergabung ke Suriah dengan transfer duit Rp 30 juta untuk dokumen keberangkatan termasuk tiket,” kata Dedi.

    Hari Kuncoro rupanya juga aktif memberikan uang kepada kelompok-kelompok yang berada dalam sel tidur di Indonesia. Dari situ lah berbagai aksi teror di Indonesia juga turut terbantukan pendanaannya.

    Baca juga: BNPT Waspadai Pergerakan Sel Terorisme Menjelang Pemilu 2019

    Hari Kuncoro pun disangkakan dengan Pasal 12 A ayat 1 UU 5/2018 ttg tindak pidana teror, pasal 15 jo pasal 7 UU 15 tahun 2003, Pasal 13 huruf C UU 15/2003, dan Pasal 263 karena pemalsuan dokumen keberangkatannya ke Suriah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sandiaga Uno Alami Cegukan Saat Quick Count Pilpres 2019

    Dilansir Antara, Sandiaga Uno tak tampil di publik usai pelaksanaan Pilpres 2019 karena kabarnya ia cegukan. Beginilah proses terjadinya cegukan.