Pengacara Ketua PA 212 Kaget Polisi Tetapkan Kliennya Tersangka

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2018. Acara itu membuat jalan protokol di kota itu ditutup. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    Persaudaraan Alumni 212 Solo menggelar tabligh akbar di Bundaran Gladak Solo, Ahad 13 Januari 2018. Acara itu membuat jalan protokol di kota itu ditutup. TEMPO/AHMAD RAFIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - Advokat dari Tim Pengacara Muslim, Ahmad Michdan mengaku terkejut dengan penetapan Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif sebagai tersangka. "Kami tidak menduganya," katanya, Senin 11 Februari 2019.

    Baca: Polisi Tentukan Nasib Ketua PA 212 Pada Gelar Perkara Jumat Lalu

    Menurut Michdan, kliennya sudah menerima surat pemanggilan dari Kepolisian Resor Kota Surakarta dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran kampanye di luar jadwal. "Saya juga sudah mengkonfirmasi langsung ke polisi," katanya.

    Dia menyebut tidak pernah menyangka kasus itu terus dilanjutkan. Alasannya, ada beberapa kasus serupa yang tidak berlanjut. "Bahkan ada yang selesai begitu saja di tingkat Bawaslu," kata Michdan.

    Dia mencontohkan, Bawaslu memutuskan tidak ditemukan unsur kampanye terselubung yang dilakukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Hal itu berdasar hasil penelitian dan pemeriksaan terkait gestur satu jari keduanya saat acara pertemuan IMF-World Bank yang digelar di Nusa Dua, Bali, Oktober lalu.

    Michdan juga mencontohkan langkah polisi yang mengeluarkan surat penghentian penyidikan perkara (SP3) dugaan tindak pidana pemilu iklan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI pada Juni tahun lalu. Partai itu dilaporkan lantaran diduga mencuri start kampanye karena memasang iklan di media cetak.

    Menurutnya, perbandingan penanganan perkara-perkara dugaan pelanggaran kampanye seperti itu membuatnya merasa tidak mendapatkan keadilan. "Semua laporan terhadap tim dari kelompok pendukung petahana tidak pernah berlanjut," katanya.

    Simak juga: Sepak Terjang Slamet Maarif, Ketua PA 212

    Meski demikian, dia menyebut bahwa Ketua PA 212 Slamet Maarif tetap beritikad baik dengan menjalani proses hukum itu. "Slamet akan hadir dalam pemeriksaan besok," katanya. Polisi telah memanggilnya untuk menghadap penyidik pada Rabu besok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.