Sepak Terjang Slamet Maarif, Ketua PA 212

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif saat berbicara kepada awak media di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Kamis, 25 Oktober 2018. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ketua PA 212 atau Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif santer terdengar lagi setelah ia ditetapkan tersangka oleh penyidik Kepolisian Resor Surakarta, Jawa Tengah, pada 10 Februari 2019. 

    Ia memimpin kelompok itu sejak 2017 saat Ansufri Idrus Sambo, Ketua PA 212 sebelumnya, mengundurkan diri. "Kami akan terus menjaga persaudaraan dan persatuan umat Islam, khususnya alumni 212,” kata Slamet saat baru menjabat sebagai Ketua PA 212.

    Baca:Diperiksa 6 Jam, Slamet Maarif Masih Berstatus ...

    Ia berjanji senantiasa menjaga ruh Al Maidah (ayat) 51, serta membela kepentingan umat Islam dan ulama. “Kami akan melanjutkan aduan kriminalisasi ulama dan aktivis yang di Komnas HAM juga.”

    Sebelumnya, Slamet adalah juru bicara Front Pembela Islam (FPI). Selama di PA 212, Slamet banyak berperan dalam beberapa aksi massa yang dilakukan untuk membela Islam.

    Baca: Amien Rais Tunggui Pemeriksaan Slamet Maarif ...

    Di bawah kepimpinan Ketua PA 212 Slamet Maarif, sejumlah tokoh PA 212 satu per satu mundur. Sebut saja seperti Usamah Hisyam, Ali Mochtar Ngabalin, sampai Kapitra Ampera. Sebagian sudah menyatakan dukungannya terhadap masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden, sebagiannya lagi masih di posisi “tengah”.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.