5 Fakta Deklarasi Alumni SMA se-Jakarta Dukung Jokowi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. ANTARA

    Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) menyampaikan sambutan saat menghadiri Deklarasi Alumni Trisakti Pendukung Jokowi di Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Deklarasi dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin, terus bergulir. Dukungan datang dari berbagai kalangan termasuk para alumni lembaga pendidikan, baik Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat maupun perguruan tinggi.

    Baca: Jokowi: Saya akan Pertaruhkan Jabatan dan Reputasi untuk Negara

    Kemarin, Ahad, 10 Februari 2018 alumni dari ratusan SMA se-Jakarta berkumpul di Istora Senayan untuk menyatakan dukungannya kepada Jokowi - Ma'ruf. Berikut sejumlah fakta yang Tempo himpun dari aksi tersebut:

    1. Dihadiri ribuan peserta

    Istora Senayan berubah menjadi lautan putih saat deklarasi berlangsung. Panitia mengklaim jumlah peserta yang hadir lebih dari 7 ribu orang. Para peserta ini datang mengenakan kaus putih bertuliskan Alumni SMA Jakarta Bersatu.

    "Yang kami undang hampir tiga ribu orang. Tapi yang hadir saya perkirakan jauh lebih besar mengingat kapasitas tempat duduk Istora 7,200 kursi yg penuh terisi," kata salah satu panitia acara, Indra Soeharto, kepada Tempo.

    2. Berasal dari ratusan SMA

    Indra menjelaskan total keseluruhan alumni SMA se Jakarta yang menyatakan dukungannya kepada Jokowi - Ma'ruf lebih dari 300 sekolah baik swasta maupun negeri. "Total ada 371," ujarnya.

    Beberapa kelompok alumni yang datang berasal dari SMA Lab School Jakarta, SMA Pangudi Luhur, SMA Kolese Kanisius, SMA Kolese Gonzaga, SMA Perguruan Cikini, SMKN 1, SMKN 26, SMAN 26, SMAN 103, SMAN 47, dan lainnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.