Satgas Anti Mafia Sepak Bola Tetapkan 3 Tersangka Perusak Bukti

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri mengumpulkan sejumlah dokumen saat menggeledah Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) di FX Office Tower, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Dalam penggeledahan itu pihak Satgas Antimafia Bola mencari sejumlah dokumen PSSI yang berkaitan dengan kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional.  TEMPO/Subekti

    Penyidik Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola Polri mengumpulkan sejumlah dokumen saat menggeledah Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) di FX Office Tower, Jakarta, Rabu, 30 Januari 2019. Dalam penggeledahan itu pihak Satgas Antimafia Bola mencari sejumlah dokumen PSSI yang berkaitan dengan kasus dugaan pengaturan skor pertandingan sepak bola nasional. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Antimafia Bola Polri menetapkan tiga tersangka pencurian dan pengerusakan barang bukti di kantor Komisi Displin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Ketiga tersangka itu adalah Muhammad Mardani alias Dani, sopir Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono, Musmuliadi alias Mus, seorang pesuruh di PT Persija, dan Abdul Gofar, pesuruh di PSSI.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menuturkan para tersangka mencuri, memasuki tempat dengan cara membongkar, merusak atau menghancurkan barang bukti. Lokasi terjadinya perkara sudah dipasangi garis polisi. "Tapi dirusak dan dicuri oleh para tersangka." Dedi menyampaikan melalui keterangan tertulis, Sabtu malam, 9 Februari 2019.

    Baca: Satgas Antimafia Sepak Bola Tetapkan 11 ...

    Telah jadi tersangka, polisi tidak menahan mereka. “Para tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan kooperatif saat pemeriksaan,” ucap Dedi.

    Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola sempat mencurigai pelaku yang mencoba menghilangkan barang bukti di kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07 adalah pihak internal PSSI. “Namun sebelum penggeledahan, saat penyiletan, ada mereka di dalam,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Komisaris Besar Syahar Diantono pada 6 Februari 2019.

    Selain itu, polisi tengah menelusuri adanya dugaan penghilangan barang bukti lainnya, yakni kamera pengawas atau CCTV yang terpasang di lokasi penggeledahan.

    Baca: Geledah Kantor PSSI, Ini yang Dicari Satgas Anti Mafia Sepak Bola

    Dugaan penghilangan barang bukti ini dicurigai saat Satgas Anti Mafia Bola menggeledah kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park DO-07, Jalan HR Rasuna Said, Menteng Atas, pada 31 Januari 2019. Sejumlah dokumen keuangan Persija Jakarta diduga sengaja dirusak.

    “Sedang kami dalami kenapa dihancurkan,” kata Syahar. Dugaan itu didapat setelah Satgas Anti Mafia Bola mengkonfirmasinya kepada saksi internal PT Liga Indonesia yang mengaku berupaya menghilangkan barang bukti.


    ANDITA RAHMA | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.