IPW Duga Teror Pembakaran Mobil di Jawa Tengah Terkait Pilpres

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kaca mobil pecah. Wikipedia.org

    Ilustrasi kaca mobil pecah. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia Police Watch menduga teror pembakaran mobil di Jawa Tengah dapat mengganggu jalannya Pemilihan Presiden 2019. IPW menilai bukan tidak mungkin ada pihak yang ingin membenturkan kubu Joko Widodo dan Prabowo di wilayah tersebut.

    Baca: Analisa Kriminolog tentang Teror Pembakaran Mobil di Jawa Tengah

    "Bagaimana pun Jateng adalah wilayah paling panas menjelang pilpres 2019," kata Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane dalam keterangan tertulis Sabtu, 9 Februari 2019.

    Neta menuturkan Jawa Tengah adalah lumbung suara Jokowi. Sementara kubu Prabowo juga tengah membangun sejumlah posko di wilayah itu. Karena itu, dia menduga aksi tersebut adalah upaya provokasi. "Bukan mustahil ada kelompok tertentu yang memancing di air keruh untuk membenturkan kedua kubu," katanya.

    Aksi pembakaran maupun percobaan pembakaran terhadap kendaraan di Jawa Tengah hingga kini sudah terjadi 17 kali di Kota Semarang, 8 kali di Kabupaten Kendal, dan 1 kali di Kabupaten Semarang. Hingga kini, motif pembakaran masih misteri, karena polisi belum berhasil menangkap pelaku.

    Baca: Enam Fakta di Sekitar Teror Pembakaran Mobil di Jawa Tengah

    Neta mengaku prihatin karena sudah sepekan kejadian itu polisi belum bisa menangkap pelakunya. Dia menduga pelakunya orang terlatih. Dia mengatakan aksi pembakaran mobil yang beruntun ini bukan dilakukan pelaku kejahatan biasa dan bukan pula dilakukan oleh kelompok teroris. Dari aksi yg terlihat, pelaku tidak bekerja sendiri. "Artinya ada kelompok lain di belakang para pelaku," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.