Abdul Somad Diajak Kokohkan Dakwah Melalui NU

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ustadz Abdul Somad. instagram.com

    Ustadz Abdul Somad. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak penceramah kondang Abdul Somad untuk mengkokohkan dakwah melalui NU. PBNU menuliskan hal ini dalam akun Instagram resminya @nahdlatululama pada Jumat, 8 Februari 2019.

    Baca: Abdul Somad: Ada Hikmah Besar dari Tsunami Aceh

    "Pesan Habib Luthfi bin Yahya, Rois Aam Jamiyyah Ahliththoriqoh Al Muktabaroh An Nahdliyah/JATMAN NU, mengajak Ustadz Abdul Somad untuk bersama-sama mengkokohkan dakwah melalui NU," tulis PBNU di akunnya, Jumat, 8 Februari 2019.

    PBNU mengajak Abdul Somad bersama-sama mengkokohkan dakwah melalui NU sebagai jamiyyah. Hal ini, bertujuan untuk menjaga dan mengamalkan ajaran Islam ahlusunnah wal jamaah di Indonesia dan dunia.

    Saat berita ini dibuat, unggahan konten di akun resmi PBNU itu telah disukai sebanyak 30.473 kali. Selain itu, unggahan ini juga dikomentari sebanyak 769 kali. Dalam unggahan itu, terlihat Abdul Somad mencium tangan Habib Luthfi bin Yahya. Mereka sama-sama menggunakan baju koko putih.

    Adapun, dalam akun Instagram resminya, Abdul Somad mengatakan kunjungannya itu dalam rangka silaturahmi ke rumah Habib Luthfi bin Yahya di Pekalongan, Jawa Tengah. Dia juga menyebutkan telah mendapat nasihat dari Habib Luthfi bin Yahya.

    Baca: Lima Ulama Berpengaruh terhadap Pemilih Versi Survei LSI Denny JA

    "Kata-kata beliau penuh hikmah. Pohon itu kalau sudah berbuah akan ada kalong, ada semut, ada hama, itu baru pohon. Kalau cuma berbunga, belum pohon besar," tulis Abdul Somad.

    Menurut Abdul Somad, Habib Luthti bin Yahya juga memintanya untuk tetap berpegang pada Ahlusnnah Waljamaah. "Beliau melanjutkan agar tetap menjadi benteng Ahlusunnah Waljamaah," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.