Hari Pers Nasional, Tagar Cabut Remisi Pembunuh Wartawan Trending

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jurnalis dan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali mengikuti aksi damai mendesak pembatalan remisi bagi I Nyoman Susrama di Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Jumat 1 Februari 2019. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut Presiden Joko Widodo mencabut kembali remisi untuk I Nyoman Susrama. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    Jurnalis dan masyarakat yang tergabung dalam Solidaritas Jurnalis Bali mengikuti aksi damai mendesak pembatalan remisi bagi I Nyoman Susrama di Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Jumat 1 Februari 2019. Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut Presiden Joko Widodo mencabut kembali remisi untuk I Nyoman Susrama. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Insan jurnalisme memperingati Hari Pers Nasional yang jatuh hari ini, Sabtu, 9 Februari 2019. Acara puncak bakal digelar di Surabaya. Presiden Joko Widodo atau Jokowi hadir di sana.

    Baca: AJI Serahkan Petisi Pencabutan Remisi Susrama ke Ditjen PAS

    Di tengah peringatan itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya bakal menggelar aksi menuntut pencabutan remisi I Nyoman Susrama, terpidana pembunuh jurnalis Radar Bali AA Gde Bagus Narendra Prabangsa, pada hari ini. Aksi itu akan berlangsung di kawasan Gedung Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya.

    "Teman-teman AJI dari berbagai kota se-Jatim dan kawan-kawan dari kelompok sipil akan bergabung dalam aksi ini. AJI Indonesia juga akan datang," kata Faridl kepada Tempo, Selasa lalu, 5 Februari 2019.

    Jurnalis Radar Bali AA Gede Bagus Narendra Prabangsa dibunuh dengan sadis pada 11 Februari 2009. Prabangsa dibuang ke laut dalam kondisi sekarat, dan jasadnya ditemukan mengambang di Perairan Padang Bai, Karangasem, 16 Februari 2009.

    Simak: Draft Pembatalan Remisi Susrama Tinggal Diteken Presiden Jokowi

    Persidangan mengungkap bahwa otak pembunuhan terhadap Prabangsa adalah I Nyoman Susrama. Susrama kesal lantaran Prabangsa menulis ihwal dugaan korupsi proyek di Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Susrama adalah adik Bupati Bangli saat itu, I Nengah Arwana. Keduanya merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

    Desember lalu, Susrama menerima remisi dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun penjara. Direktur Jenderal Permasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mengakui tak melakukan profiling terhadap nama-nama yang diusulkan sebagai penerima remisi itu. Dia pun menawarkan jalan keluar agar pihak yang berkeberatan mengirim surat kepada Presiden Jokowi.

    Di Twitter, dukungan terhadap pencabutan remisi ini pun menguat bahkan menjadi trending di Indonesia. alih-alih menggunakan Hari Pers Nasional, para aktivis menggaungkan tagar Hari Prabangsa Nasional.

    Aji Bandung misalnya, lewat Twitter resminya mereka menulis: Rasa-rasanya kurang elok jika jurnalis berpesta merayakan ulang tahunnya tanpa menyinggung kasus-kasus kekerasan yang belum dituntaskan penegak hukum #CabutRemisiPembunuhJurnalis #HariPrabangsaNasional apalagi pestanya pakai dana milik publik.

    Baca jugaJokowi Peringati Perayaan Hari Pers Nasional di Surabaya

    Kemudian, Aji Surabaya pun menulis "Untukmu kawanku Prabangsa dan kawan-kawan jurnalis pemberani #cabutremisipembunuhjurnalis #hariprabangsaNasional"


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Avengers: EndGame dan Ribuan Jagoan yang Diciptakan oleh Marvel

    Komik marvel edisi perdana terjual 800 ribu kopi di AS. Sejak itu, Marvel membuat berbagai jagoan. Hingga Avengers: Endgame dirilis, ada 2.562 tokoh.