KPK akan Periksa Bos Utama Bosowa Maros Subhan Aksa

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Beberapa orang yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan tangan membentuk barikade rantai manusia mengelilingi Gedung KPK tersebut, selain sebagai bentuk keprihatinan atas penganiayaan dan perampasan terhadap petugas KPK saat bertugas sekaligus perlawanan terhadap teror dan upaya pelemahan KPK. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    Beberapa orang yang tergabung dalam Wadah Pegawai KPK melakukan aksi solidaritas, di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis 7 Februari 2019. Aksi Solidaritas dengan bergandengan tangan membentuk barikade rantai manusia mengelilingi Gedung KPK tersebut, selain sebagai bentuk keprihatinan atas penganiayaan dan perampasan terhadap petugas KPK saat bertugas sekaligus perlawanan terhadap teror dan upaya pelemahan KPK. ANTARA FOTO/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama Bosowa Maros M Subhan Aksa dalam kasus korupsi proyek jalan di Kabupaten Bengkalis Riau.

    Baca: KPK Minta Pelaku Penganiayaan Pegawainya Menyerahkan Diri

    Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka, bos Dirut PT Mawatindo Road Construction Herliyan Saleh alias Hobby Siregar.

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HS," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat, 8 Februari 2019.

    Subhan Aksa merupakan pengusaha yang juga dikenal sebagai pembalap. Terkait pemeriksaannya hari ini, Febri urung menjelaskan tujuan pemeriksaannya. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka, yakni bekas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis, M Nasir dan Hobby Siregar.

    Baca juga: KPK Sebut ada 178 Penyidikan sepanjang 2018

    KPK menduga keduanya telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri dan orang lain dalam proyek peningkatan Jalan Batu Panjang, Kecamatan Nyirih, Kabupaten Bengkalis, Riau tahun anggaran 2013-2015. Kerugian negara dalam proyek bernilai Rp 500 miliar itu diduga mencapai Rp 80 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.