LSI Denny JA: Jokowi Lemah di Terpelajar, Prabowo di Minoritas

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Lukisan wajah calon presiden nomor urut 01, Jokowi (kanan) dan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) yang disusun dari batang korek api di Desa Pandanlandung, Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 18 Januari 2018. Karya wajah dua capres tersebut menghabiskan kurang lebih sekitar 6.000 batang korek api. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Lukisan wajah calon presiden nomor urut 01, Jokowi (kanan) dan calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto (kiri) yang disusun dari batang korek api di Desa Pandanlandung, Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 18 Januari 2018. Karya wajah dua capres tersebut menghabiskan kurang lebih sekitar 6.000 batang korek api. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan kelemahan Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden alias Pilpres 2019. Sigi ini menunjukkan Jokowi - Ma'ruf kalah di suara terpelahar sedangkan Prabowo - Sandiaga di kelompok minoritas.

    Baca: LSI Denny JA: Jokowi Unggul 5-1 Lawan Prabowo di 6 Kantong Suara

    Menurut hasil sigi yang dipublikasi pada Kamis 7 Februari 2019 ini, suara Jokowi - Ma'ruf di kalangan terpelajar, kalah dari pasangan Prabowo - Sandiaga. Pada Januari 2019, dukungan terhadap Jokowi di pemilih ini sebesar 37,7 persen. Sementara dukungan terhadap Prabowo-Sandi di pemilih kaum terpelajar sebesar 44,2 persen.

    Peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, mengatakan kasus yang menimpa musikus Ahmad Dhani dan kasus serupa lainnya, cukup mempengaruhi suara Jokowi - Ma'ruf di kalangan pemilih terpelajar. "Kasus ini akan berpengaruh pada segmen tertentu, seperti kalangan terpelajar. Sebab, kalangan ini biasanya tak suka jika negara terlalu kuat dalam menghadapi kritik," ujar Adjie di kantornya.

    Survei teranyar LSI Denny JA ini dilakukan pada 18-25 Januari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi di
    Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2,8 persen.

    Sementara itu, suara pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno turun drastis di kantong pemilih minoritas. Dalam kurun waktu lima bulan kampanye pemilihan presiden 2019, suara Prabowo turun nyaris 10 kali lipat.

    Pada Agustus 2018, terdapat Prabowo - Sandiaga 43,6 persen suara di kantong pemilih minoritas. Namun Pada Januari 2019, suaranya turun drastis menjadi 4,7 persen. "Dalam waktu lima bulan, dukungan atas Prabowo - Sandiaga menurun drastis di kalangan pemilih Minoritas," kata Adjie.

    Baca:  LSI: Suara Prabowo Turun 10 Kali Lipat di Pemilih Minoritas

    Sebaliknya, suara pasangan Jokowi - Ma'ruf justru naik tajam dari Agustus 2018 sebesar 47, 5 persen, lalu pada Januari 2019 menjadi 86,5 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.