Lulusan SMA Penyumbang Pengangguran Terbesar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dari tingkat pendidikan pada Agustus 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2018 untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi dibanding tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. TPT tertinggi berikutnya, terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen.

    Dari tingkat pendidikan pada Agustus 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2018 untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi dibanding tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. TPT tertinggi berikutnya, terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen.

    INFO JABAR - Fakta menyebutkan, bahwa lulusan di tingkat Sekolah Menengah Atas  adalah penyumbang pengangguran terbesar. Hal itu didukung  data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2018 sebanyak 131,01 juta orang, atau naik 2,95 juta orang dibanding Agustus 2017. Rinciannya, sebanyak 124,01 juta orang adalah penduduk bekerja, sedangkan tujuh juta orang menganggur.

    Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan hal itu saat memberikan sambutan dalam acara Penguatan Manajerial Kepala Sekolah sekaligus silaturahmi bersama Kepala SMA/ SMK/ SMALB Negeri dan swasta se- Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar, di Aula SMA Negeri 2 Kabupaten Ciamis, Kamis, 7 Februari 2019.

    Dari tingkat pendidikan, pada Agustus 2018, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) 2018 untuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi dibanding tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 11,24 persen. TPT tertinggi berikutnya terdapat pada Sekolah Menengah Atas (SMA) sebesar 7,95 persen. "Pada tingkat pendidikan SMK dan SMA ada tenaga kerja yang tidak terserap," kata Uu.

    Oleh karena itu, Uu meminta kepala sekolah sebagai pemimpin bisa membangun relasi dengan berbagai pihak demi majunya sekolah, yang menunjang kemajuan bagi para lulusannya. Misalnya dengan bekerja sama dengan perguruan tinggi agar lulusannnya  berminat melanjutkan sekolah ke jenjang  yang lebih tinggi.

    “Kepala sekolah juga harus bisa membangun relasi dengan para pengusaha, supaya lulusan yang hendak terjun ke dunia kerja bisa terserap sebagai tenaga kerja,” ucap Uu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.