Nasib Ketua PA 212 Bakal Ditentukan Besok Malam

Slamet Maarif mendatangi Polresta Surakarta untuk hadir dalam pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran kampanye. Dia didampingi sejumlah tokoh dan pendukung PA 212. TEMPO/Ahmad Rafiq

TEMPO.CO, Solo - Kepolisian Resor Kota Surakarta tidak mau tergesa-gesa dalam menangani kasus pidana pemilu pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan oleh Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif. Hingga saat ini Slamet masih berstatus sebagai saksi.

Baca: Diperiksa 6 Jam, Slamet Maarif Masih Berstatus Saksi

Slamet menjalani pemeriksaan dari penyidik selama enam jam, Kamis, 7 Februari 2019. "Secara total kami telah memeriksa sebelas saksi dalam kasus ini," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Surakarta Komisaris Fadli usai pemeriksaan.

Menurutnya, hingga saat ini status Slamet Maarif masih sebatas saksi. "Kami harus mempelajari serta menyimpulkan hasil pemeriksaan," katanya.

Polisi juga tidak akan tergesa-gesa dalam menangani kasus tersebut. Menurutnya, polisi memiliki waktu 14 hari kerja dalam menyidik kasus itu untuk selanjutnya melimpahkannya ke kejaksaan. "Sampai saat ini kami baru lima hari menanganinya," katanya.

Fadli menyebut bahwa hasil pemeriksaan akan disimpulkan melalui gelar perkara. Demikian pula dengan status Slamet Maarif juga akan ditentukan pada saat itu. "Gelar perkara akan digelar besok (Jumat) malam," katanya.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan penyidik, Slamet mengaku mendapat 57 pertanyaan dari penyidik. "Materinya mengenai organisasi PA 212 dan materi ceramah saya dalam acara tablig akbar," kata dia usai keluar dari ruangan pemeriksaan.

Kasus itu bermula dari kehadiran Slamet dalam sebuah acara tablig akbar di Solo pada pertengahan Januari lalu. Ceramahnya dalam acara itu dianggap bermuatan kampanye sehingga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu oleh Tim Kampanye Daerah Jokowi-Ma'ruf Kota Solo.

Baca: Amien Rais Tunggui Pemeriksaan Slamet Maarif hingga 6 Jam

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Bawaslu Kota Solo menemukan unsur kampanye dalam ceramah yang dilakukan oleh Slamet. Bawaslu lantas membawa kasus itu ke ranah pidana pemilu sehingga ditangani oleh kepolisian.

Menurut Slamet, penyidik juga memutar rekaman-rekaman mengenai ceramahnya dalam acara tablig akbar itu. Menurutnya, tidak ada unsur-unsur kampanye dalam kalimat-kalimatnya saat berceramah. "Tidak menyebut nama calon maupun visi misinya," kata Slamet.






Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

11 hari lalu

Kapolda Metro Mau Pindahkan Lokasi Demonstrasi Karena Banyak Warga Terganggu Penutupan Jalan

Kapolda Metro Fadil Imran mau memindahkan lokasi demonstrasi agar tidak perlu lagi melakukan penutupan jalan dan tak perlu menurunkan banyak polisi.


FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

11 hari lalu

FPI dan PA 212 Gelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda Tolak Kenaikan Harga BBM

FPI dan PA 212 menggelar Aksi Bela Rakyat di Patung Kuda menolak kenaikan harga BBM. Mereka juga menuntut pemerintah menurunkan harga bahan pokok.


Istana Bantah Jokowi Hari Ini Berkantor di Bogor Karena Demo PA 212

11 hari lalu

Istana Bantah Jokowi Hari Ini Berkantor di Bogor Karena Demo PA 212

Istana membantah Jokowi di Bogor karena ada demo PA 212 yang dilakukan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.


Demo Tolak Harga BBM Naik di Istana, Polisi Siapkan 3.800 Personel

12 hari lalu

Demo Tolak Harga BBM Naik di Istana, Polisi Siapkan 3.800 Personel

Sebanyak 3.800 personel keamanan dikerahkan untuk bersiaga di beberapa titik demo.


Ada Demo PA 212 di Istana, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

12 hari lalu

Ada Demo PA 212 di Istana, Polisi Lakukan Pengalihan Arus

Polda Metro Jaya melakukan pengalihan arus lalu lintas karena ada demonstrasi menolak harga BBM naik di sekitar Istana Negara.


Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

13 hari lalu

Politikus Gerindra Anggap Nomor Urut Partai Hanya soal Teknis

Namun politikus Gerindra ini mengakui, semakin kecil angka urutan partai politik maka akan semakin mudah untuk mengenalkan kepada masyarakat.


Presiden Jokowi Dituding Menghindar dari Demo Penolakan Kenaikan BBM, Ini Kata KSP

21 hari lalu

Presiden Jokowi Dituding Menghindar dari Demo Penolakan Kenaikan BBM, Ini Kata KSP

Ali Mochtar Ngabalin menyatakan agenda kunjungan kerja Presiden Jokowi telah diagendakan sejak jauh-jauh hari.


Ngabalin Klaim KSP Bakal Terima PA 212 Jelaskan Soal Kenaikan BBM

21 hari lalu

Ngabalin Klaim KSP Bakal Terima PA 212 Jelaskan Soal Kenaikan BBM

Selain PA 212, Ngabalin menyebut pihaknya juga siap menerima demonstran dari unsur mahasiswa dan masyarakat untuk jelaskan soal kenaikan harga BBM.


KSP Akan Terima Demonstran PA 212 Untuk Menjelaskan Soal Kenaikan Harga BBM

21 hari lalu

KSP Akan Terima Demonstran PA 212 Untuk Menjelaskan Soal Kenaikan Harga BBM

Ali Mochtar Ngabalin menyatakan KSP akan bertemu dengan PA 212 dan mahasiswa yang menggelar demonstrasi pada Senin kemarin.


Terpopuler Metro: PA 212 Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM dan 5 Provokator Demo Ditangkap

22 hari lalu

Terpopuler Metro: PA 212 Turun ke Jalan Tolak Kenaikan Harga BBM dan 5 Provokator Demo Ditangkap

Berita soal demo menolak kenaikan harga BBM mendominasi berita terpopuler di kanal metro. Berbagai kelompok masyarakat menentang harga BBm naik.