Pegawai KPK Gelar Aksi Solidaritas Bikin Rantai Manusia

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan wadah pegawai KPK membagikan bunga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 14 tahun KPK, di gedung KPK, Jakarta, 29 Desember 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Perwakilan wadah pegawai KPK membagikan bunga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke 14 tahun KPK, di gedung KPK, Jakarta, 29 Desember 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar aksi solidaritas atas kasus penganiayaan yang menimpa penyelidiknya saat melaksanakan tugas. Puluhan pegawai itu menggelar aksi dengan membentuk rantai manusia mengelilingi gedung KPK, di Kuningan, Jakarta, Kamis, 7 Februari 2019.

    Baca: Polisi Periksa 5 Saksi dalam Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

    "Pegawai KPK tidak akan kendor melawan teror," kata Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap saat berorasi.

    Aksi solidaritas digelar setelah dua orang penyelidik KPK diduga mengalami penganiayaan saat mengecek indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam rapat antara Pemerintah Provinsi Papua dan DPRD Papua. Pegawai itu mengalami retak pada hidung, sobek di bagian wajah dan dirampas barangnya.

    Peristiwa itu terjadi di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, menjelang tengah malam, Sabtu, 2 Februari 2019. Di hotel itu, Pemprov dan DPRD Papua tengah membahas review Kementerian Dalam Negeri terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Papua tahun anggaran 2019.

    Karena kasus itu, puluhan pegawai KPK dari berbagai unsur menggelar aksi hari ini. Selain Yudi, hadir pula dalam aksi, juru bicara KPK, Febri Diansyah dan penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Mereka membentuk rantai manusia sambil membentangkan kain hitam polos.

    Yudi menuturkan aksi itu digelar sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan sejawatnya yang diduga mengalami penganiayaan. Dia mengatakan pegawai KPK ingin menunjukan bahwa dua penyelidik yang diduga dianiaya tidak sendirian.

    Baca: Buron Sejak 2015, KPK Tangkap Terpidana Korupsi Ini di Bali

    Selain itu, Yudi menuturkan pegawai KPK menuntut agar polisi segera menangkap pelaku penganiayaan. "Bahkan lebih baik kalau pelakunya menyerahkan diri," katanya.

    Dia juga meminta Kapolri untuk secara tegas dan serius melakukan penegakan hukum kepada orang yang diduga menganiaya. "Kami tidak akan kendor melawan koruptor," ujar Yudi diikuti teriakan para pegawai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.