Kata Jokowi soal Sandiaga Uno dan Alumni Pangudi Luhur

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Joko Widodo menerima cinderamata berupa sapu lidi dari perwakilan Alumni Pangudi Luhur BerSATU di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu malam, 6 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    Calon presiden Joko Widodo menerima cinderamata berupa sapu lidi dari perwakilan Alumni Pangudi Luhur BerSATU di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta, Rabu malam, 6 Februari 2019. TEMPO/Budiarti Utami Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno merupakan alumni SMA Pangudi Luhur Jakarta angkatan 1987. Namun, beberapa alumni berbagai angkatan di sekolah tersebut membuat acara deklarasi dukungan kepada calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo atau Jokowi.

    Simak: Sandiaga Minta Pendukungnya Tak Terpancing Pernyataan Jokowi

    Kendati begitu, Jokowi enggan mengaitkan dukungan para alumni PL dengan Sandiaga. "Kalau saya melihat Pangudi Luhur ini bukan asal Sandiaga Uno, tapi yang saya lihat adalah semangat dukungan tadi betul-betul dengan militansi yang luar biasa," kata Jokowi.

    Jokowi menuturkan, ada sekitar 800an orang yang hadir dalam acara deklarasi tersebut. Namun, ia merasa seperti dihadiri 84.800 orang. Sebab, para alumni begitu antusias menyambutnya dengan meneriakkan nama Jokowi hingga menggema di ruangan Soehanna Hall. "Kayak lihat konser. He-he-he," ujarnya.

    Menurut Jokowi, dukungan para alumni PL juga alumni-alumni lainnya bisa menjadi motivasi dan semangat bagi dirinya untuk bekerja keras memenangkan pemilihan presiden 2019. Selain itu, dukungan alumni juga bisa memotivasi alumni lainnya untuk melakukan hal serupa. "Ini sebetulnya sudah banyak sekali permintaan untuk deklarasi dari alumni universitas, tetapi kan mengatur waktu tidak mudah," kata dia.

    Sebagian Alumni Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur atau SMA PL Jakarta mendeklarasikan dukungan kepada Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin. Mereka kompak mengenakan kaus hitam bertuliskan "Berbeda tapi BerSATU".

    Baca: Sandiaga Bantah Tudingan Jokowi Menggunakan Konsultan Asing

    Deklarasi tersebut turut dihadiri Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Rosan P. Roeslani. Rosan merupakan alumni PL angkatan 1987. Selain itu, Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Erick Thohir, Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung turut hadir bersama Jokowi.

    Simak berita Sandiaga hanya di Tempo.co


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.