Prabowo Nilai Arah Pembangunan Ekonomi Keliru Sejak Orde Baru

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara HUT FSPMI ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA

    Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam acara HUT FSPMI ke-20 di Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta-Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengatakan telah memprediksi arah perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia sejak era Orde Baru. Prabowo mengaku sejak saat Orde Baru itu ia melihat bahwa pembangunan ekonomi Indonesia berada dalam jalur yang keliru.

    “Jadi Saudara-saudara sekalian, dari awal, sekian tahun, saya sejak Orde Baru melihat arah pembangunan ekonomi Indonesia sebetulnya menuju arah yang keliru,” ujar Prabowo dalam pidatonya di acara ulang tahun Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), di Sports Mall, Jakarta, Rabu 6 Februari 2019.

    Baca: Siapa Konsultan Asing Prabowo? Kubu Jokowi Sebut Nama Ini

    Prabowo melihat kesalahan sejak Orde Baru terletak pada kalangan elite di Indonesia. Menurut dia kalangan elite Indonesia tidak berguna karena gagal memberikan arah dan gagal mengelola bangsa ini. Prabowo mengaku selalu menyampaikan hal ini. Akibatnya, ia menglaim banyak dibenci kalangan elite karena memegang keyakinannya ini. Bahkan ada yang menuding dirinya tidak dapat membaca data.

    Pada kesempatan itu Prabowo sekaligus menampik tudingan-tudingan tersebut. Prabowo menegaskan bahwa dirinya dapat membaca data, bahkan sudah ia tuangkan gagasannya itu ke dalam sebuah buku.

    Prabowo menuturkan gagasan itu juga sebelumnya sempat disampaikan oleh presiden pertama Indonesia, Soekarno. Menurutnya selama permasalahan ini masih ada, tidak mungkin ada cukup lapangan kerja dan upah buruh tidak akan membaik.

    Simak: Kubu Prabowo Temukan Informasi Jokowi Pakai Konsultan Amerika

    “Prabowo bisa baca angka, dan angkanya tidak baik bagi bangsa kita sekarang. Sekarang sudah saya tulis di buku. Inti masalah Indonesia sejak beberapa puluh tahun lalu, sejak jaman penjajahan adalah kekayaan Indonesia tidak tinggal di Indonesia,” ujar mantan Danjen Kopassus ini setengah membentak.

    Pada 2016 lalu Prabowo Subianto meluncurkan buku berjudul Paradoks Indonesia. Buku ini bercerita tentang pandangan Prabowo terhadap masalah-masalah yang menimpa bangsa, khususnya di bidang ekonomi. Prabowo juga menyoal gizi buruk. Di salah satu bagian buku itu, ia juga menyinggung definisi merdeka. Prabowo menyebut, merdeka berarti mencapai kondisi rakyat yang sejahtera.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.