Bom Gereja di Filipina, Menlu: Tunggu Identifikasi Pelaku Selesai

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan pidato tahunan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 9 Januari 2019. Sumber: Infomed/Kemlu

    Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, menyampaikan pidato tahunan Kementerian Luar Negeri RI, Rabu, 9 Januari 2019. Sumber: Infomed/Kemlu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan pihaknya masih menunggu identifikasi pelaku bom di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Selatan. Pasangan suami istri warga negara Indonesia (WNI) diduga terlibat dalam insiden bom bunuh diri yang terjadi pada 27 Januari 2019 itu. Serangan itu menewaskan 23 orang dan melukai 100 orang dari warga sipil dan tentara.

    Baca: Pengeboman Jolo, Polisi Filipina Belum Rilis Keterlibatan WNI

    "Sejak kita membaca berita yang diduga keterlibatan WNI, maka saya sudah melakukan kontak dengan otoritas Filipina, antara lain, dengan Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan Filipina," kata Retno seusai menghadiri pengukuhan Guru Besar Cornelis Lay di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Rabu, 6 Februari 2019.

    Sebelumnya, Menteri Dalam negeri Filipina Eduardo Ano menyebut dua pelaku serangan bom bunuh diri di gereja merupakan pasangan suami-isteri warga negara Indonesia. Serangan tersebut menewaskan 22 orang, dan 100 orang luka-luka.

    Baca: 5 Tersangka Pengebom Katedral di Filipina Selatan Serahkan Diri

    "Yang bertanggung jawab adalah pelaku bom bunuh diri asal Indonesia. Namun kelompok Abu Sayyaf yang membimbing mereka, dengan mempelajari sasaran, melakukan pemantauan rahasia dan membawa pasangan ini ke gereja," kata Ano seperti diberitakan ABS-CBN News.

    Tentara Filipina mengamankan gereja Katedral di Jolo, provinsi Sulu, yang jadi sasaran ledakan bom pada hari Minggu, 27 Januari 2019. [PHILLIPINE STAR]

    Retno menjelaskan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City juga telah mengontak otoritas setempat, termasuk dengan kepolisian Filipina.

    Ia menegaskan bahwa proses identifikasi terhadap pelaku pelaku bom gereja di Filipina Selatan itu belum selesai. "Intinya adalah paling tidak sampai kemarin proses identifikasi belum selesai, sehingga kalau itu belum selesai, maka mereka belum dapat mengkonfirmasikan bahwa yang terlibat itu dari warga negara tertentu," tuturnya.

    Baca: Masih Investigasi, KBRI: Belum Ada Bukti WNI di Teror Bom Jolo

    Kementerian Luar Negeri saat ini masih menunggu hasil identifikasi yang dilakukan otoritas Filipina. "Karena itu, tugas kita sekarang adalah menunggu hasil identifikasi selesai dilakukan," ujar Menteri Retno Marsudi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.