Kementerian Kominfo Diminta Tertibkan Akun Medsos Tak Resmi TNI

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi dalam acara silaturahmi dengan awak media di Balai Media TNI, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi dalam acara silaturahmi dengan awak media di Balai Media TNI, Jakarta, Rabu, 5 Februari 2019. TEMPO/Syafiul Hadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Markas Besar TNI meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika menertibkan akun media sosial tak resmi yang mencatut nama serta logo TNI. Hal ini dilakukan agar tak ada akun provokatif yang mengatasnamakan TNI.

    Baca: TNI Pastikan Akun TNI Indonesia Update Adalah Palsu

    "Kami sudah menghubungi Kementerian Kominfo karena mereka yang berwenang menertibkan secara langsung," ujar Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sisriadi di Balai Media TNI, Jakarta, Rabu, 6 Februari 2019.

    Menurut Sisriadi, lembaganya juga akan menyerahkan daftar akun resmi media sosial TNI. Hal itu, kata dia, dilakukan agar Kementerian Kominfo dapat menindak akun lain di luar daftar yang diserahkan. "Kalau akun itu isinya provokatif, ofensif, membuat ujaran kebencian, bahkan mungkin bicara tentang politik yang TNI tak boleh, itu nanti akan ditertibkan Kemkominfo," katanya.

    Sebelumya, ada salah satu akun media sosial Instagram dengan embel-embel TNI yang memuat konten bernada provokatif. Akun yang bernama @tni_indonesia_update itu mengunggah foto sebuah tank di sebuah padang terbuka. Foto itu disertai keterangan: Sebaiknya para PKI dan generasi baru PKI, serta pemuda pemudi digaris kiri dikumpulkan dalam satu gudang kemudian dijadikan sasaran tembak oleh Leopard.'

    Akun dengan konten bernada provokatif ini ramai menjadi perbincangan warganet. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat Brigadir Jenderal Candra Wijaya memastikan akun @tni_indonesia_update bukan salah satu akun resmi lembaganya.

    Baca: TNI Kebanjiran Jenderal Tanpa Jabatan

    Sisriadi mengatakan akun-akun di media sosial ini memang berdampak pada TNI. Hal itu, kata dia, bisa saja membuat dampak baik maupun dampak buruk bagi TNI. "Kami sadar komunikasi sekarang sudah banyak sekali macamnya, dan berkomunikasi melalui media sosial menjadi sangat efektif. Efektif untuk menyerang kami atau membuat citra kami lebih baik," tuturnya.

    SYAFIUL HADI | ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.