Komisi I DPR Sebut Belum Ada Pembahasan Soal Revisi UU TNI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisi I DPR Charles Honoris. dok.TEMPO

    Komisi I DPR Charles Honoris. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Charles Honoris mengatakan saat ini belum ada pembahasan sama sekali mengenai revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia atau UU TNI. Ia mengatakan terkait revisi UU TNI masih sekedar wacana saja, dan tak masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas).

    Baca juga: Panglima TNI Mutasi 104 Perwira Tinggi, Berikut Daftarnya

    "Belum dibahas sama sekali, masih sekedar wacana saja. Tidak ada masuk prolegnas juga," ujar Charles kepada Tempo, Rabu 6 Februari 2019.

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya berencana memperluas pos jabatan bagi perwira tinggi tentara di internal TNI dan lembaga negara. “Kami menginginkan bahwa lembaga atau kementerian yang bisa diduduki oleh TNI aktif itu eselon satu, eselon dua. Tentunya akan juga menyerap pada eselon-eselon di bawahnya, sehingga kolonel bisa masuk di sana,” ujar Hadi dalam rapat pimpinan TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis 31 Januari 2019.

    Namun Hadi menuturkan langkah ini masih terhambat dan perlu menunggu revisi Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, khususnya Pasal 47 agar perwira menengah dan perwira tinggi bisa berdinas di lembaga negara.

    Charles mengatakan sulit untuk menanggapi soal ini, karena dirinya mengaku belum melihat usulan revisi UU TNI ini seperti apa. Tetapi ia berpendapat bahwa penugasan personil TNI di Kementerian atau lembaga negara tidak boleh melenceng dari bidang yang berkaitan dengan pertahanan negara.

    Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan perwira TNI yang selama ini sudah dilatih dengan keahlian khusus di bidang pertahanan nasional, lebih baik dioptimalkan dalam bidang-bidang tersebut. Bukan melebar ke sektor-sektor lain.

    Baca juga: Restrukturisasi TNI, Jokowi: Ada 60 Jabatan Pati Baru

    "Sebetulnya ini menjadi momentum untuk mengkaji kembali blueprint pertahanan negara kita. Struktur organisasi baik di TNI maupun di Kementerian Pertahanan bisa dikembangkan lagi untuk memperkuat sistem pertahanan kita. Sekaligus menampung jumlah perwira yang saat ini masih non-job," ujar dia.

    Berdasarkan data Kementerian Pertahanan, jumlah perwira tinggi TNI yang menganggur terus terakumulasi sejak sembilan tahun lalu. Di Angkatan Darat, misalnya, pada 2011 terdapat 11 jenderal yang tidak mendapat jabatan. Jumlah itu melonjak menjadi 63 jenderal pada 2017. Jenderal tanpa jabatan itu hanya masuk kantor di lantai 8 gedung utama Markas Angkatan Darat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.