Atalia Kukuhkan 27 Bunda PAUD Se-Jabar

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil (keempat dari kanan) saat mengukuhkan 27 Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung pada Senin, 4 Februari 2019.

    Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil (keempat dari kanan) saat mengukuhkan 27 Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung pada Senin, 4 Februari 2019.

    INFO JABAR - Untuk mencetak anak-anak yang cerdas dan sehat, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) harus mendapat dukungan banyak pihak. Karenanya, kehadiran Bunda PAUD menjadi penting untuk memastikan kebijakan yang dibuat menyertakan dukungan untuk pembangunan pendidikan anak usia dini. 

    "Bunda PAUD harus mampu mendorong, mengayomi, melindungi termasuk juga memperjuangkan, terutama untuk peningkatan dari guru-guru PAUD itu sendiri," ujar Bunda PAUD Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya Kamil saat mengukuhkan 27 Bunda PAUD kabupaten/kota se-Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Senin, 4 Februari 2019.

    Atalia menambahkan, dari sekitar sembilan juta balita di seluruh Jawa Barat, baru 11 persen  atau sekitar 900.000  anak yang terlayani oleh Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). "Masih banyak desa dan kelurahan yang belum punya lembaga PAUD," ucapnya.

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang hadir dalam acara tersebut menuturkan, peran dan fungsi  Bunda PAUD memang telah menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

    Emil, sapaan akrab Gubernur, berpesan kepada Bunda PAUD yang sudah dikukuhkan agar menanamkan pendidikan sesuai dengan perkembangan zaman di bidang teknologi digital dan informasi. 

    "Anak-anak ini adalah pemilik masa depan. Kita harus terus berinovasi, karena masa depan mempunyai cara logika dinamika baru," katanya. 

    Selain itu, Emil juga meminta Bunda PAUD memantau tumbuh kembang anak, terutama hal-hal terkait stunting (gagal tumbuh).  

    "Menurut hasil penelitian, anak-anak yang terkena stunting biasanya umur ya lebih pendek. Karena pertumbuhan fisik dan otak terhambat, menjadikan anak memiliki daya saing lemah, tidak bisa berkompetisi dengan anak yang tidak stunting," kata Emil. 

    Emil juga berpesan agar Bunda PAUD kabupaten/kota turun ke lapangan, sehingga tahu persoalan yang ada. "Rajinlah turun melihat langsung, jangan tunggu laporan dari bawahan," katanya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menurut WHO, Kanker Membunuh 8 Juta Orang Selama 2018

    Menurut WHO, kanker menjadi pembunuh nomor wahid. Penyakit yang disebabkan faktor genetis dan gaya hidup buruk itu membunuh 8 juta orang selama 2018.