Mahfud MD Anggap Pernyataan Propaganda Rusia Kampanye Provokatif

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kiri), istri mendiang Presiden RI ke-4 (almarhum) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid (kanan), dan anaknya, Yenny Wahid (kedua kanan), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kedua kiri), berfoto bersama di rumah keluarga Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, 26 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Calon wakil presiden Ma'ruf Amin (kiri), istri mendiang Presiden RI ke-4 (almarhum) Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah Wahid (kanan), dan anaknya, Yenny Wahid (kedua kanan), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (kedua kiri), berfoto bersama di rumah keluarga Gus Dur, Ciganjur, Jakarta, 26 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Sumenep - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, ogah menanggapi kontroversi pernyataan calon presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi soal propaganda Rusia. Alasannya, pertama dia belum tahu soal pernyataan itu. Kedua, dia memang kurang berminat membahas atau menanggapi kontroversi semacam itu.

    Baca: Soal Propaganda Rusia, Jokowi Dinilai Merusak Hubungan Diplomatik

    "Ya enggak tahu ya, itu kan kampanye ya. Saya belum tahu, dan saya tidak mau membahas atau menanggapi hal semacam itu," kata Mahfud sembari menatap langit-langit aula seminar, mereka-reka jawaban atas pertanyaan wartawan, Senin, 4 Februari 2019.

    Bagi Mahfud, pernyataan yang kontroversial adalah bentuk kampanye provokatif sehingga dirinya tidak tertarik untuk menanggapi. "Saya kira itu bagian dari kampanye provokatif. Saya tidak mau menanggapi," ujar dia.

    Kontroversi propaganda Rusia bermula dari pernyataan Jokowi saat berkunjung ke Surabaya akhir pekan lalu. Istilah itu dipakai Jokowi karena begitu banyak hoax dan kabar bohong tentang dirinya di media sosial.

    Baca: Duta Besar Rusia Bantah Jokowi Soal Propaganda Rusia

    Jokowi juga memakai istilah 'konsultan  asing' yang dipakai tim sukses tertentu. Dimana hasilnya, menurut dia, malah cenderung membuat resah dan mengadu domba masyarakat tanpa memikirkan efeknya. Istilah ini juga dipakai Jokowi untuk meluruskan fitnah dirinya yang selama kerap disebut antek asing.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?