IKAPI Ragu Pembelian Hak Cipta Membuat Buku Murah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Kalangan penerbit masih ragu dengan kebijakan pemerintah yang akan membeli hak cipta 250 judul untuk program buku murah. "Apa betul dengan membeli hak cipta, buku kemudian menjadi murah," kata Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia, Setia Dharma Madjid saat dihubungi Tempo, Jumat (8/2).Kebijakan ini harus memperhitungkan banyak hal. Mulai dari penerbit, percetakan dan tentu kualitas kertasnya. Jugas soal distribusin ke sekolah-sekolah di pelosok dan di kaki gunung. Menurut Setia selama ini pemerintah lewat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menentukan standar kualitas sebuah buku. "Termasuk kertas yang digunakan sehingga bisa tahan lima tahun sehingga tidak gonta-ganti," katanya. Ia mempertanyakan posisi pemerintah sebagai pembeli apakah lantas menjadi penerbit. "Bagaimana dengan nasib penerbit swasta, apakah nanti tidak ada monopoli oleh pemerintah," katanya. Iqbal Muhtarom

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Batch CTMAV547 Vaksin AstraZeneca Dihentikan Pemerintah

    Pemerintah menghentikan penggunaan vaksin Astra Zeneca dengan batch CTMAV547 karena dua alasan. Padahal vaksin ini sempat didistribusikan secara luas.