Beda Anak Kiai Maimun Zubair: Satu Jokowi, Lainnya Prabowo

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri), Ulama KH Maimun Zubair (ketiga kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) hadir dalam Haul Gus Dur ke-9 di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan (kedua kanan), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri), Ulama KH Maimun Zubair (ketiga kanan) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kedua kanan) hadir dalam Haul Gus Dur ke-9 di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta, Jumat, 21 Desember 2018. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Kiai Maimun Zubair sedang ramai diperbincangkan. Sebabnya, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah ini sempat salah menyebut nama Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjadi Prabowo Subianto ketika membaca doa.

    Baca: Duduk di Dekat Jokowi, Maimun Zubair Isyaratkan Dukungan Pilpres

    "Ya Allah, hadza ar rois, hadza rois, Pak Prabowo ij'al ya ilahana," kata Maimun dalam rekaman video acara Sarang Berzikir untuk Indonesia Maju yang diterima Tempo, Sabtu, 2 Februari 2019.

    Maimun membacakan doa sambil melihat secarik kertas kuning yang dia keluarkan dari sakunya. Doa ini dibacakan Maimun dalam bahasa Arab.

    Diketahui, potongan doa Maimun itu kurang lebih memiliki arti 'ya Allah, inilah pemimpin, inilah pemimpin Prabowo, jadikan, ya Tuhan kami'. Petikan doa yang terselip nama Prabowo itu terekam di menit ke 3 lewat 40 detik dari video berdurasi 6 menit 37 detik.

    Kemudian, Maimun dihampiri oleh Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy alias Romi usai membacakan doa. Setelah itu, Maimun kembali berdoa seperti meralat ucapannya sebelumnya. "Jadi saya dengan ini, untuk menjadi, siapa yang ada di samping saya ya Pak Jokowi," katanya.

    Dalam konstelasi politik, Maimun Zubair punya posisi yang cukup diperhitungkan di Jawa Tengah. Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, kubu Jokowi yaitu Ganjar Pranowo sebagai inkumben dan penantangnya yaitu Sudirman Said sama-sama mencari dukungan dari Kiai Maimun. Keduanya punya tujuan sama, meminang salah satu anak Mbah Mun.

    Hasilnya, Ganjar Pranowo bisa meminang Taj Yasin atau biasa disapa Gus Yasin yang merupakan anak ketujuh Maimun. Taj Yasin merupakan politikus Partai Persatuan Pembangunan. Ia merupakan Anggota DPRD Jawa Tengah periode 2014-2018 dari PPP.

    Dukungan Taj Yasin ke kubu Jokowi tak menyurutkan langkah Sudirman Said. Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon sempat menyebut masih mempertimbangkan nama dari putra Mbah Moen selain Gus Yasin. "Putra Mbah Mun bukan cuma satu ya, lihat saja nanti," kata Fadli di gedung DPR RI, Senayan. Namun, Sudirman Said belakangan menggandeng politikus PKB Ida Fauzia.

    Baca juga: Di Acara Jokowi, Maimun Zubair Salah Sebut Prabowo Jadi Pemimpin

    Sementara itu, Muhhamad Najid atau biasa disapa Gus Najih lebih memilih mendukung Prabowo. Najih merupakan kakak Taj Yasin. Dukungan anak Maimun Zubair ini terekam saat ia datang ke acara Musyawarah Ulama pendukung Prabowo - Sandiaga yang digelar di Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Ahad, 16 September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.