TNI AU Akan Siagakan 23 Pesawat Hadapi Bencana 2019

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menunggu giliran untuk dievakuasi ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Kota Palu masih lumpuh total memasuki hari ketiga bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Akbar Tado

    Warga menunggu giliran untuk dievakuasi ke Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, menggunakan pesawat Hercules di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad, 30 September 2018. Kota Palu masih lumpuh total memasuki hari ketiga bencana gempa dan tsunami. ANTARA/Akbar Tado

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf TNI AU Marsekal Yuyu Sutisna berjanji menyiapkan 23 pesawat berbagai jenis siaga untuk setiap kondisi bencana. Janji diberikan berkaca kepada penanganan bencana sepanjang 2018.

    "Kita tidak tahu akan ada bencana kapan tetapi yang jelas belajar dari tahun yang lalu," ujar Yuyu dalam keterangan tertulis yang dibagikan usai Rapat Pimpinan TNI AU 2019, Jumat 1 Februari 2019.

    Seluruh 23 pesawat itu akan berasal dari empat jenis pesawat. Di antaranya adalah jenis Hercules sebanyak 12 unit. "Kesiapan pesawat ini saya utamakan," kata Yuyu.

    Selain Hercules, Yuyu menunjuk jenis pesawat CN 295 dan CN 235. Kedua jenis pesawat ini masing-masing akan disiapkan sebanyak 5 dan 2 unit. "Kemudian kami juga menyiapkan 4 unit Boeing," ucapnya.

    Penyediaan pesawat disertai kesiapan pembangunan atau penyediaan landasan udara di setiap lokasi sekitar bencana. Landasan bukan hanya untuk mendaratkan pesawat berisi personel tapi juga bantuan kemanusiaan. Sedang untuk personel, Yuyu menuturkan, TNI AU juga menyiapkan Pasukan Khas yang akan turut membantu setiap ada bencana.

    Pada 2018, terjadi beberapa kali bencana yang memakan korban ratusan jiwa. Bencana alam tersebut antara lain gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat; gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah; serta tsunami di Selat Sunda yang berdampak ke Lampung dan pesisir Banten.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.