Moeldoko Minta Masyarakat Waspadai Stunting

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meresmikan Rumah Sakit Liung Paduli saat berkunjung ke Pulau Bukide, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Kamis, 31 Januari 2019.

    Baca: Istana Ingin Polisi Segera Usut Tabloid Indonesia Barokah

    Moeldoko mengatakan, pembangunan rumah sakit ini sejalan dengan fokus pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di tahun kelima, yakni pembangunan sumber daya manusia. "Karena itu, keberadaan rumah sakit berperan penting dalam pembangunan SDM," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat, 1 Februari 2019.

    Salah satunya, kata dia, keberadaan rumah sakit bisa dimanfaatkan dalam menjaga masa 2 bulan kandungan sampai seribu hari pertama kehidupan sebagai masa ‘golden age’ seorang anak. Hal ini dalam rangka mencegah kekerdilan pada anak. “Jangan sampai anak kita menderita stunting, karena pasti nantinya tidak memiliki daya saing,” ujarnya.

    Moeldoko menjelaskan penyebab stunting adalah salah pola asuh, lingkungan yang tidak baik, dan pola makan yang tidak bagus. “Di sinilah peran penting rumah sakit untuk membenahi hal-hal itu,” katanya.

    Baca: Kata Moeldoko Soal Petisi Referendum Papua Barat Dibawa ke PBB

    Mantan panglima TNI ini berharap keberadaan RS Liung Paduli bisa memberikan prioritas dan kepedulian yang prima kepada masyarakat. Sehingga masyarakat lebih mudah mendapatkan pelayanan kesehatan.

    Moeldoko juga berpesan kepada para dokter, suster, tenaga kesehatan agar terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati. “Tuhan akan mencatat dedikasimu, pengabdianmu. Kalau sudah diniatkan untuk ibadah, bekerja sepanjang hari tidak akan terasa,” ucap Moeldoko.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.