Pembuat Video Penggeledahan Rumah Adik Wagub Sumut Dikecam

Reporter:
Editor:

Tulus Wijanarko

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penggerbekan polisi.TEMPO/Amston Probel

    Ilustrasi penggerbekan polisi.TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Kampanye pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin Kota Medan menanggapi video penggeledahan polisi di rumah Musa Idi Shah alias Dodi Shah, adik Wakil Gubernur Sumatera Utara. Pembuat video penggeledahan rumah adik wagub Sumut itu dituding berusaha mengaitkankan dengan pilihan politik penghuni rumah yang tidak mendukung pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.

    Berita terkait: Polisi Cari Perekam Penggeledahan Rumah Adik Wakil Gubernur Sumut

     

    Polisi melakukan penggeledahan rumah adik wgub Sumut, Dodi Shah, Direktur PT. Anugerah Langkat Makmur, terkiat kasus yang melilitnya, pada Rabu 30 Januari 2019. Dalam video berdurasi 0.17 detik itu seseorang yang suaranya mirip perempuan membawa - bawa nama Calon Presiden dan Wakil Presiden 01. Rekaman ini lalu beredar di media sosial.  “Saya viralkan ini pasti. Karena kami tidak mendukung 01," kata pemilik suara dalam video.

    Polisi menggeledah rumah adik wagub Sumut untuk mencari bukti dalam kasus pengalihan ratusan haktare lahan hutan menjadi kebun kelapa sawit yang dikelola  PT. Anugerah Langkat Makmur, perusahaan milik keluarga Dodi Shah di Kabupaten Langkat, Sumut.  Dalam kasus ini, Dodi Shah sudah ditetapkan sebagai tersangka. 

    Sekretaris Tim Kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden 01 Kota Medan, Sastra menilai video itu upaya pengalihan isu dari persoalan hukum ke politik. Dia mengatakan  video itu menggiring opini seolah-olah penggeledahan itu ada kaitan dengan dukung-mendukung calon presiden.

    "Saya tegaskan tidak ada kaitan calon presiden Joko Widodo dengan penggeledahan dirumah saudara Dodi. Urusan Pak Jokowi mengurus negara, urusan partai pengusung dan relawan memenangkan beliau. Urusan saudara Dodi urusan hukum. Jangan mengalihkan isu." kata Sastra kepada Tempo, Jumat 1 Februari 2019. 

    Tim kampanye 01, kata Sastra, akan mempertimbangkan melaporkan pembuat video itu ke polisi. "Karena bisa membuat suasana menjelang Pemilu dan Pilpres tidak kondusif."

    Adapun Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Utara Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja akan mengejar pelaku pembuat video di rumah adik wagub Sumut itu. Menurut dia orang yang membuat video itu sudah mencoreng institusi Polri "Kami sampaikan bahwa Polri sebagai penegak hukum netral dalam urusan pemilihan presiden dan politik." kata Tatan dalam keterangan persnya, Kamis malam 31 Januari 2019.

    SAHAT SIMATUPANG (Medan)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.