Haris Azhar: Rocky Gerung Akan Penuhi Panggilan Polisi Besok

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengamat politik Rocky Gerung usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Desember 2018. TEMPO/Adam Prireza

    Pengamat politik Rocky Gerung usai menjalani pemeriksaan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Desember 2018. TEMPO/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Kuasa hukum Rocky Gerung, Haris Azhar mengatakan kliennya akan memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa mengenai kitab suci fiksi yang dilaporkan Jack Boyd Lapian besok, Jumat, 1 Februari 2019. "Hadir," kata Haris melalui pesan teks, Rabu malam, 30 Januari 2019.

    Pemeriksaan akan berlangsung pada siang hari. “Siang mendekati sore," kata Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi dan Pembelaan Hukum dan HAM, Lokataru itu.

    Baca: Demokrat Sebut Pemeriksaan Rocky Gerung ...

    Sebelumnya, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) Argo Yuwono mengatakan pemeriksaan Rocky diagendakan pada pukul 10.00 hari ini.

    Perkara ini berawal dari ucapan Rocky dalam acara di salah satu stasiun televisi swasta. Mantan pengajar filsafat Universitas Indonesia ini menyebut kitab suci sebagai fiksi pada April 2018. Pernyataan ini kemudian dilaporkan oleh Jack Boyd Lapian dengan alasan penistaan agama.

    Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengatakan kasus Rocky terkesan dipaksakan dan mengada-ada. Dia menduga, kasus itu ada karena pihak penguasa terganggu dengan aktivitas politik dan aktivitas intelektual Rocky Gerung belakangan ini. Dia menengarai proses hukum itu sebagai upaya membungkam. "Kami lihat kasus ini dipaksakan dan disengaja karena memang aktivitas Rocky Gerung sangat mengganggu kenyamanan penguasa," kata Ferdinand ketika dihubungi, Rabu, 30 Januari 2019.

    Baca: Cerita Rocky Gerung Soal Obrolan Selamat ...

    Ferdinand menjelaskan, ada beberapa poin yang membuat laporan itu terkesan mengada-ada. Pertama, dia menyebut legal standing pelapor, yakni Jack Boyd Lapian tidak jelas, apakah sebagai korban atau mewakili korban.

    Kedua, Rocky tak bisa dipidana karena merupakan hasil pemikiran. Hasil pemikiran harusnya dilawan dengan pemikiran. "Pemikiran itu tidak bisa dipidanakan. Ajak Rocky berdebat, apa yang kau maksud dengan fiksi?”

    Apalagi, ujar Ferdinand, Rocky Gerung tak pernah menyebut kitab suci apapun. “Kitab suci mana yang kau maksud fiksi?"

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.